alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tak Ada Tiang Permanen, Tegangan Tinggi di Kudus Cuma Disangga Bambu

16 September 2021, 11: 43: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

BAHAYA: Warga menunjukkan lokasi jaringan kabel listrik yang hanya diganjal dengan bambu.

BAHAYA: Warga menunjukkan lokasi jaringan kabel listrik yang hanya diganjal dengan bambu. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Warga Desa Gondoharum mengeluhkan tidak ada tiang tegangan jaringan listrik PLN. Hal itu membahayakan warga.

Ketidaknyamanan itu diungkap langsung kepada Bupati Hartopo yang berkunjung di Balai Desa Gondoharum. Keluhan tersebut diungkapkan Kasmiran, 45 warga RT 2 RW 3 kepada Hartopo. Dia menyebut sejak 2003 di sekitar lokasi rumahnya tak ada tiang tegangan dari PLN. Untuk sementara dia menyangga kabel penyalur ke rumahnya dengan sebatang batang bambu.

“Ada dua rumah yang terdampak, saya minta ada tindakan dengan dibangunkan tiang tegangan listrik,” mintanya.

Baca juga: Empat Tahun Mangkrak, Puskesamas Pembantu di Kudus Nganggur

Dia menyebut selama ini, baru memiliki meteran sendiri sejak 2018. Sementara kabel listrik yang tersalurkan itu ditempa dengan empat tiang. Hal ini, kata dia, sangat berbahaya. Lantaran tegangan listrik tergolong cukup tinggi. Di samping itu lokasi rumahnya di pinggir jalan desa.

Kondisi yang tak diinginkan pernah terjadi menimpa Kasmiran. Kabel listrik yang ditempa dengan bambu itu, berdekatan dengan pabrik gula yang dilanda kebakaran. Kabel yang seharusnya lurus itu diubah arahnya.

“Awalnya lurus, semenjak kebarakan pabrik gula diubah. Terjadi korsleting arus,” katanya.

Kepala Desa Gondoharum Kasmiran menyatakan, perlu adanya penambahan pal listirik dari PLN. Di khawatirkan tegangan tinggi tersebut membuat rawan kebakaran. Karena tak ada tiang, warga berinisiatif menyangga kabel itu dengan bambu.

“Itu sudah kami usulkan di dalam Musdes. Kami juga sudah melapor tapi belum ada tanggapan. Mungkin daerah sana hanya ada dua rumah saja,” katanya.

Bupati Kudus Hartopo segera memfasilitasi masyarakat yang terdampak tersebut. Pihaknya meminta masyarakat atau pihak desa segera mengirimkan surat kepada Pemda. Sebab kondisi itu akan membahayakan warga sekitar.

“Tentunya akan disposisikan kepada PLN, surat akan segara dikirimkan,” ungkapnya. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya