alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Panen Kacang Hijau, Bupati Kudus: Harga Rp 17 Ribu Bikin Petani Untung

16 September 2021, 10: 36: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

PANEN RAYA: Bupati Kudus Hartopo (tengah) bersama perwakilan Kementerian Pertanian dan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo ikut panen kacang hijau di Desa Larikrejo, Undaan, Kudus, kemarin.

PANEN RAYA: Bupati Kudus Hartopo (tengah) bersama perwakilan Kementerian Pertanian dan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo ikut panen kacang hijau di Desa Larikrejo, Undaan, Kudus, kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Bupati Kudus Hartopo bersama perwakilan Kementerian Pertanian memanen kacang hijau di Desa Larikrejo, Undaan. Hartopo mengaku bangga di Kudus ada potensi andalan dari sektor pertanian, yakni kacang hijau. Lebih bangga lagi dia dan petani merasa tahun ini harga kacang hijau stabil yaitu Rp 17 ribu per kilogram.

Hartopo menjelaskan luas lahan dipanen yaitu 200 hektare.

Harga kacang hijau saat ini Rp 17 ribu per kilogram. Hal itu diakuinya menjadi berkah tersendiri bagi petani. Ia berharap bisa menjadi role model pertanian bagi daerah lain.

Baca juga: Projo Kudus Layani Vaksin Gratis untuk Masyarakat Umum

Ia menegaskan Pemkab Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan memfasilitasi kebutuhan petani. Kacang Hijau yang dipanen saat ini merupakan benih bantuan dari Kementerian Pertanian.

”Petani butuh studi banding ke daerah lain yang sudah lebih dulu berhasil,” kata Bupati Hartopo.

Ia menambahkan kacang hijau ini bisa menjadi komiditas andalan Kudus. Para petani kacang hijau di Desa Larikrejo, Kudus, saat ini merasakan untung.

Tahun sebelumnya, mereka mengalami rugi, karena harga jualnya pada saat itu di bawah standar, yakni per kilogramnya hanya laku harga Rp 12.300. Sementara, tahun ini harganya bagus. Naik turun di angka Rp 17 ribu per kilogram.

Petani kacang hijau Handoko mengatakan petani mendapat bantuan benih kacang hijau dari Kementerian Pertanian dari alokasi APBN sebanyak 2.250 kilogram. Dengan jenis varietas vima 1. Varietas ini memiliki keunggulan lebih cepat panen dibanding varietas yang lain.

Benih tersebut kemudian ditebar dan mampu mencakup luasan tanam 90 hektare. Sementara lahan di Desa Larikrejo luas pertaniannya seluas 202 hektare. Varietas vima 1 ini ditanam, 55 hari kemudian sudah berani panen.

”Di Larikrejo, juga ditanami varietas lainnya, yakni varietas dragon. Namun masa panennya mencapai 65 hari sejak masa tanam. Itu masih cepat hitunganya, petani diuntungkan. Biasanya usai panen, air sudah mulai tersedia petani langsung bisa menggantinya ke tanaman padi,” jelas Handoko.

Satu hektare lahan sawah mampu menghasilkan 1,4 ton kacang hijau. Sementara biaya perawatan per hektarenya hanya berkisar Rp 3 jutaan plus ongkos panen untuk biaya sewa combine harvester atau mesin pemanen.

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP