alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Dosen Unisnu Jepara Dampingi UMKM Go Modern

15 September 2021, 15: 33: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

BINAAN: Tim pelaksana Dosen Unisnu Jepara A. Khoirul Anam (ketua), (anggota) Miftah Arifin, Zainul Arifin, dan Anna Widiastuti memberi arahan di UMKM Rotan Indah Jepara, milik Nawirudin, RT 1/RW II, Desa Kalipucang Kulon, Welahan, belum lama ini.

BINAAN: Tim pelaksana Dosen Unisnu Jepara A. Khoirul Anam (ketua), (anggota) Miftah Arifin, Zainul Arifin, dan Anna Widiastuti memberi arahan di UMKM Rotan Indah Jepara, milik Nawirudin, RT 1/RW II, Desa Kalipucang Kulon, Welahan, belum lama ini. (UNISNU FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melakukan pengabdian masyarakat melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) belum lama ini. Temanya Pengembangan Produk Unggulan Daerah Potensi Ekspor Kerajinan Rotan di Kabupaten Jepara.

Mitra program pengabdian di UMKM Rotan Indah Jepara, milik Nawirudin, RT 1/RW II, Desa Kalipucang Kulon, Welahan.

Program PPPUD dilaksanakan secara berkesinambungan selama tiga tahun. Di mana tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksaaan. Tim pelaksana Dosen Unisnu Jepara terdiri dari A. Khoirul Anam (ketua) dan beranggotakan Miftah Arifin, Zainul Arifin, serta Anna Widiastuti.

Baca juga: Aparat Tangkap 10 Mahasiswa, Ini Pernyataan Ketua BEM UNS

Khoirul Anam menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi persoalan dihadapi mitra program. Yaitu bidang produksi kualitas dan kuantitas produk rendah. Keterbatasan mesin dan kapasitas mesin rendah. Tempat produksi terbatas. Pemrosesan barang semi manual, serta inovasi yang rendah.

Di bidang manajemen, lanjutnya, belum memiliki izin usaha yang memadai. Manajemen perusahaan masih tradisional. Belum ada mekanisme tatakelola produksi yang baik.

”Pengelolaan keuangan dan akuntansi belum baik. Layanan penjualan dan purna jual juga sama,” tegasnya.

Bidang pemasaran pemasaran tradisional mengandalkan pesanan. Ketergantungan perusahaan besar dan terbatas pasar lokal. Belum ada upaya promosi. Bidang SDM pengatahuan dan ketrampilan pengelolaan usaha yang baik, kemampuan adaptif dan inovatif, fokus layanan.

”Dengan pendampingan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra sehingga memacu pertumbuhan produk kerajinan rotan untuk pasar dalam negeri dan pasar global (kemandirian ekspor). Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerajinan rotan sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing. Serta mempercepat difusi teknologi pada mitra melalui implementasi teknologi tepat guna,” tandasnya.

Sedangkan target khusus akan dicapai yaitu adanya perluasan pasar ekspor bagi produk kerajinan rotan khususnya produk kerajinan anyaman rotan di Kabupaten Jepara. Serta penguatan kerajinan anyaman rotan sebagai industri kreatif dengan ciri khas daerah.

Secara spesifik program pengabdian yang dilaksanakan yaitu pendampingan UMKM dengan target #UMKMNaikKelas #UMKMGoModern #UMKMGoDigital #UMKMGoEkspor.

Sesuai dengan target pelaksanaan PPPUD pada UKM binaan yaitu peningkatan produk unggulan daerah potensi ekspor. Selama ini UKM binaan telah mengekspor namun dengan cara bergabung dengan perusahaan yang lebih besar. ”Artinya dari sisi kualias produk yang dihasil UKM telah baik dan dapat diterima oleh pasar manca negara. Sehingga pihak UKM perlu didorong untuk dapat melakuakn ekspor produknya secara mandiri,” tandasnya.

Salah satu upaya untuk memperbesar pasar ekspor maupun pasar dalam negeri bagi UMKM binaan adalah dengan mengikuti agenda pameran. Dalam pengabdian ini mengajak UMKM mitra mengikuti pameran 34th TradeXpo Indonesia dan pameran virtual EXPOCURE Central Java’s Products Curation Virtual.

Dari rangkaian kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan

dampak ekonomi. Di antaranya peningkatan omzet. Perluasan area produksi. Perluasan area pemasaran ekspor. Peningkatan daya saing berupa peningkatan jumlah SDM, proses produksi lebih cepat kualitas lebih baik. Serta, peningkatan kualitas manajemen tatakelola (penggunaan IT: pameran online, sistem pembayaran QRIS, marketplace).

”Dampak sosial dari pelaksanaan pengabdian di antaranya adanya perubahan pola pikir entrepreneur yang handal dan terus meningkatkan daya saing. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan usaha, proses produksi dan pemasaran ekspor. Serta, peningkatan jumlah TK, krisis/pandemi tetap eksis tidak mengurangi jumlah karyawan,” tegasnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP