alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pembunuh Wanita Hamil Asal Blora Sempat Berpura-pura Minta Tolong

15 September 2021, 14: 44: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

SADIS: Rekonstruksi pembunuhan cewek hamil di Semarnag, kemarin.

SADIS: Rekonstruksi pembunuhan cewek hamil di Semarnag, kemarin. (RADAR SEMARANG)

Share this      

SEMARANG – Pembunuh wanita hamil asal Blora ternyata sempat pura-pura meminta tolong kepada penghuni kamar lain di DjKost usai menjalankan aksinya. Si tersangka, Agung Dwi Saputro, 18, pura-pura minta tolong karena kekasihnya itu tidak sadarkan diri. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Selasa (14/9/2021) kemarin.

“Setelah itu (membunuh, red), tersangka keluar dari kamar, dan berpura-pura minta pertolongan kepada penghuni kos lainnya,” ungkap pendamping hukum tersangka dari LBH Ratu Adil di lokasi rekonstruksi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa  (14/9/2021).

Salah satu penghuni kos yang ditemui tersangka bernama Anggito. Tersangka meminta tolong kepada Anggito. “Mas aku tulungi, mbak e kae wes rak sadar, gek wajahe yo wis ireng-ireng.”

Baca juga: Penjaga Sekolah di Pati Diberi Bantuan Rp 500 Ribu dari Baznas

Merasa penasaran, Anggito ikut masuk ke kamar mengecek korban. Ternyata korban sudah tidak bernafas “Kemudian, saksi meminta bantuan kepada tetangga, dan mengecek denyut nadi korban.

Ternyata sudah meninggal. Tangan korban juga sudah dalam kondisi kaku,” terangnya.

Tangan korban yang sudah dalam kondisi kaku ini diduga, telah mendapat kekerasan dari tersangka beberapa jam sebelum memanggil saksi. Setelah banyak warga yang berdatangan, tersangka menghubungi orangtuanya.

“Tersangka WA sama orangtuanya, mengakui bahwa dia baru saja membunuh orang,” jelasnya.
Kejadian inipun langsung dilaporkan warga ke Polrestabes Semarang. Tersangka yang berada di lokasi tersebut langsung diamankan petugas, dan digelandang ke Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, ternyata kejadian itu merupakan pembunuhan.

“Kegiatan ini untuk kelengkapan berkas. Kita akan melakukan pendampingan hukum sampai ke persidangan. Kalau ancamannya sampai 20 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara, Panit Resmob Polrestabes Semarang, Ipda M Taufik mengatakan, dalam reka adegan tersebut, terdapat salah satu adegan yang mematikan dilakukan oleh tersangka  terhadap wanita asal Blora tersebut.

“Kami sudah melakukan 20 reka adegan yang pada intinya ada salah satu adegan yang mematikan korban, yaitu di salah satu cekikan,” katanya usai kegiatan.

Diketahui, peristiwa pembunuhan wanita hamil 8 bulan ini terjadi pada Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 13.00 silam. Kali pertama, jasad korban ditemukan dalam posisi terlentang dan mengeluarkan cairan dari dalam mulut dan tubuh yang sudah kaku. (mha/aro)

(ks/ful/jpr/top/JPR)

 TOP