alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Dana Bansos di Pati Senilai Rp 10 Miliar Belum Cair, Apa Penyebabnya?

15 September 2021, 14: 21: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

DIREMBUK: Pemda Pati bersama Bank BRI membahas persoalan KPM tak menerima bantuan di DPRD Pati kemarin (14/9).

DIREMBUK: Pemda Pati bersama Bank BRI membahas persoalan KPM tak menerima bantuan di DPRD Pati kemarin (14/9). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Mulai Januari hingga Agustus tahun ini sebanyak 15.262 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sembako pangan (BSP) belum bisa mencairkan transaksinya. Totalnya dana bantuan tersebut sebanyak Rp 10 miliar.

Tak hanya BSP, ada penerima lain yang belum bisa mencairkan dana tersebut. Yaitu, penerima program keluarga harapan (PKH) sebanyak 702 dan 90 KPM kartu keluarga sejahtera (KKS). Sedangkan total KPM yang menerima bantuan sosial (Bansos) per September ada 142.957 penerima.

Adanya persoalan ini, DPRD Kabupaten Pati mengundang pihak terkait. Yakni, mengundang Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati dan Kantor Cabang BRI Pati di Ruang Komisi D DPRD Kabupaten Pati kemarin (14/9).

Baca juga: WTP 10 Kali Berturut-turut, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Kemenkeu

(ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ali Badrudin menuturkan, pihaknya menerima data ini dari Bupati Pati Haryanto yang diteruskan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kementrian Sosial (Kemensos).

Belum cairnya belasan ribu KPM ini lantaran beberapa hal. Di antaranya, belum adanya saldo di rekening KPM, human error, dan berbagai faktor lainya.

”Menurut saya itu karena data yang ada di BRI dengan data yang di Dinsos ada kesimpangan. Mungkin saja kurang koordinasinya,” kata Ali.

Pihaknya pun menyayangkan permasalahan ini. Terlebih bantuan ini sangat di butuhkan masyarakat kalangan bawah. Maka dari itu ia meminta Dinsos P3AKB Kabupaten Pati dan BRI Cabang Pati untuk segera menyelesaikan masalah ini.

”Walaupun ini hanya 10 persen dari total penerima, ini tidak bisa dibiarkan. Soalnya ini masyarakat membutuhkan. Apalagi ini pandemi covid-19. BRI dengan entengnya bilang 10 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Pati Muhtar menambahkan, pihaknya sudah berkolaborasi dengan pihak penyalur (BRI, Red). Hasilnya, akan dilakukan tracing. Segera mendata ulang data tersebut.

”Misalnya ada saldo kosong, akan dipecahkan bersama. Ini baru 12 kecamatan yang dilakukan pendataan ulang,” paparnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP