alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Awas! Calo PPPK Guru Gentayangan di Rembang

15 September 2021, 12: 23: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

Kepala BKD Rembang Suparmin

Kepala BKD Rembang Suparmin (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Peserta tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jabatan fungsional guru di Kota Garam diingatkan agar tak mempercayai adanya calo yang yang mampu meloloskan sebagai pegawai. Apalagi dengan imbalan sejumlah uang. Jika ada yang demikian hal itu sudah pasti merupakan penipuan.

Sikap waspada itu disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang setelah munculnya fenomena oknum calo-calo saat ada seleksi pegawai seperti yang terjadi belakangan ini.

“Kami mengimbau khususnya kepada para guru peserta seleksi PPPK agar tidak terbujuk modus-modus penipuan semacam itu. Itu jelas-jelas akan merugikan peserta,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah Suparmin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: Tunggu Data BLT Warga Kudus, APBD Perubahan Belum Dibahas

Suparmin menjelaskan, seleksi P3K Guru Tahun 2021 adalah wilayah kementerian pendidikan RI. Pelaksanaan di daerah pun digelar oleh Dinas Pendidikan. ”Perlu dipahami. Alangkah lebih baik percaya dengan hasil keringat sendiri. Daerah pun tidak bisa membantu,” tegasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (14/9).

Menurutnya, seluruh proses pelaksanaan seleksi P3K Guru 2021 di bawah kewenangan Dirjen GTK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kemudian panitia tingkat daerah provinsi/kabupaten/kota berasal dari unsur dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota setempat. Selanjutnya pelaksanaan seleksi menggunakan CAT-Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan seluruh tahapan pelaksanaan seleksi P3K tidak dipungut biaya.

“Jadi kelulusan peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun maka hal tersebut adalah tindak penipuan,” tegasnya.

Ia mengakui ada informasi jika di daerah bisa membantu. Salah satunya melalui jalur koordinasi dengan BKD. Suparmin menekankan Jika ada iming-iming bisa membantu atau meloloskan sudah pasti itu merupakan sebuah penipuan. “Kami ingatkan kepada masyarakat agar jangan percaya kepada siapa pun yang mengaku bisa membantu untuk diterima. Itu sudah pasti penipuan,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/ful/top/JPR)

 TOP