alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Pohon Keramat di Blora Disapu Angin Puting Beliung

15 September 2021, 10: 45: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

TUMBANG: Pohon keramat di RT 5 RW 2, Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Blora tumbang kemarin.

TUMBANG: Pohon keramat di RT 5 RW 2, Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Blora tumbang kemarin. (DOK. WARGA)

Share this      

BLORA - Puting Beliung menyapu sebuah pohon keramat di Desa Todanan  Rt 05/ Rw 02, Kecamatan Todanan, Blora kemarin. Akibatnya, rumah warga dan sekolah rusak berat. Selain itu, dua orang mengalami luka serius di bagian kepala dan satu lansia luka ringan. Saat ini, keduanya dirujuk ke RSU Pati.

Pohon yang ada di sekolah Madrasah ibtidaiyah  Muhammadiyah Todanan itu berjenis Pule. Usianya sudah puluhan tahun. Berdiameter kurang lebih 150 cm. Lingkar pohon 450 cm dan tinggi 60 meter. Dulu sempat hendak ditebang. Namun bleum jadi. Sebab diangap keramat oleh warga. Dalamnya juga sudah kropos, karena sempat terbakar jauh sebelum tumbang.

Ketiga korban adalah Warsini dan Apriliani (luka berat di bagian kepala). Selanjutnya dirujuk ke RSU Pati. Sementara Slamet mengalami luka ringan.Korban sendiri merupakan satu keluarga. Saat itu sedang berada dalam rumah. Kemungkinan, kepala mereka terbentur akibat rumah yang roboh dan ditimpa pohon Pule tersebut.

Baca juga: Pungutan “Sukarela” di Sekolah Pati Resahkan Wali Murid

Andri warga sekitar mengaku, pohon Pule tersebut sudah tua sekali. “Saya SD kelas satu dulu sudah puluhan meter. Pernah terbakar juga. Tingginya puluhan meter,” terangnya.

Pohon Pule itu ambruk menimpa sekolah dan rumah. “Katanya orang satu rumah dibawa ke Puskesmas semua. Keadaan kurang tau. Kejadian pukul 14.00 an,” tambahnya.

Begitu juga dengan Pak Wid. Ketua RT setempat. Saat itu, dirinya sedang memberi makan ayam. Tiba-tiba ada suara angin puting beliung dari arah barat. “Terus wit ambruk. Ada rumah tertimpa pohon. Saya terus ngewel tangisan,” jelasnya.

Menurutnya, ada tiga korban dalam musibah itu. Satu keluarga. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas. “Korbannya, Warsini, Apriliani dan Selamet. Alhamdulillah selamat semua. Pohon itu ada sejak jaman mbah-mbahnya. Pohon keramat. Mau ditegor belum jadi,” tegasnya.

(ks/sub/him/ful/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya