alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Geger! Lagi Resepsi, Mempelai Perempuan Digeruduk Korban Arisan Fiktif

15 September 2021, 09: 01: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Geger! Lagi Resepsi, Mempelai Perempuan Digeruduk Korban Arisan Fiktif

SOLO -Sebuah resepsi pernikahan di Mojosongo, Kecamatan Jebres, digeruduk sejumlah orang. Mereka diduga merupakan korban arisan fiktif. Para korban yang semuanya perempuan ini membawa beberapa karangan bunga bernada sindirian terhadap si mempelai perempuan agar segera menyelesaikan tunggakan arisan fiktif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, karangan bunga itu telah dikirim kemarin atau sebelum resepsi berlangsung. Saat para korban mendatangi acara resepsi sempat terjadi keributan. Pihak keluarga mengusir para korban arisan ini agar segera pergi meninggalkan lokasi.

Bara Nuina, salah seorang korban arisan fiktif ini mengaku, sistem arisan seluruhnya menggunakan sistem online. Namun, beberapa bulan lalu terjadi permasalahan di arisan yang mengakibatkan dia dan anggota arisan merugi. Dia mengaku menginginkan persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan karena telah mengenal terduga pelaku cukup lama.

Baca juga: Canggih Banget, Kontrol Rumah dari Mana Saja dengan IndiHome Smart

“Kami ditawari arisan oleh dia (mempelai perempuan). Saya sudah masuk uang arisan Rp 161 juta tapi baru dikembalikan Rp 14 juta,” kata dia.

Bara menjelaskan, para terduga korban mendatangi pelaku karena geram setiap dihubungi tidak direspons. Berbagai upaya telah dilakukan seperti mendatangi rumah dia, namun nihil. Dia menyebut pelaku sempat berjanji menyelesaikan kekurangan pembayaran kepada anggota arisan. Namun, hingga Agustus lalu tidak ada kejelasan.

“Ini sudah Sepetember, kami dengar dia nikah itu yang membuat kami syok. Jadi langsung datang saja ke resepsi,” kata dia.

Korban lainnya, Ananda, mengatakan, anggota arisan grup di bawah grup pelaku mengikuti arisan dan lelang secara online sebesar Rp25 juta. Pada April lalu  seharusnya dia menerima pelunasan uang miliknya itu. Namun, pelaku tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran arisan namun malah menggelar resepsi pernikahan. “Dia belum bayar utang tapi malah menggelar resepsi,” imbuh dia.

Sebelumnya, kasus penipuan bermodus arisan fiktif dan investasi bodong kembali marak di wilayah Jawa Tengah. Kasus ini juga terjadi di Kota Solo dengan jumlah korban cukup banyak.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengonfirmasi di Kota Bengawan juga cukup marak kasus penipuan arisan fiktif. Seluruh korban merupakan perempuan yang tergoda dengan keuntungan dari nilai arisan fiktif atau investasi bodong.

“Laporan pengaduan terkait arisan online banyak. Semua kasus sedang kami selidiki,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Djohan tidak menyebut jumlah pasti laporan pengaduan dan korban. Namun, dia memastikan kasus penipuan arisan fiktif banyak dan masyarakat diminta waspada.

“Pelajari dulu sistem arisan seperti apa, lalu ada izin dari lembaga yang berkewenangan atau tidak. Pastikan juga mengenal admin arisan,” papar dia.

Dia meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang ada. Jika tetap ingin ikut arisan, seluruh peserta sebaiknya lingkungan terdekat dengan sistem konvensional. Sehingga seluruh peserta arisan saling mengenal dan percaya.  (radarsolo.jawapos.com)

(ks/jpr/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya