alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Mahasiswa KKN-IK Beri Pelatihan Hand Sanitizer Lidah Buaya

15 September 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PENYULUHAN: Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Blimbing Klidul memberi penyuluhan pembuatan hand sanitizer lidah buaya.

PENYULUHAN: Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Blimbing Klidul memberi penyuluhan pembuatan hand sanitizer lidah buaya. (KKN-IK IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Blimbing Kidul memberi penyuluhan pembuatan hand sanitizer lidah buaya. Sasarannya ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Blimbing Kidul pada Minggu (12/9).

Acara yang digelar sesuai protokol kesehatan ini diadakan karena melihat banyaknya warga yang menanam tanaman lidah buaya di sekitar rumah. Selain itu alat dan bahan yang dibutuhkan cukup mudah.

Uswatun Khasanah, salah satu mahasiswi KKN-IK Desa Blimbing Kidul menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan hand sanitizer mudah ditemukan. Yakni tanaman lidah buaya yang sehat (belum layu dan sehat), alkohol 70 persen, blender, pisau, baskom, dan gelas ukur atau suntikan.

Baca juga: BDR Lebih Gamblang dengan Media E-Paper

Untuk cara pembuatannya, tanaman lidah buaya dikupas dan dipisahkan dari kulitnya serta dibersihkan dengan air hingga lendirnya hilang. Kemudian, lidah buaya dihancurkan. Bisa menggunakan garpu tapi lebih mudah dengan menggunakan blender. Setelah tanaman lidah buaya halus bisa langsung dicampurkan dengan alkohol dengan kadar 70 persen.

 “Perbandingannya setiap 100 ml alkohol dicampurkan dengan 8ml tanaman lidah buaya yang sudah di haluskan,” jelasnya.

Siti Latifatul Munawaroh, kordes KKN-IK IAIN  Kudus di Desa Blimbing Kidul menyampaikan penyuluhan ini sangat menarik karena baru pertama kali dilaksanakan . Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa memanfaatkan tanaman alami yang melimpah di desa ini supaya lebih berguna lagi.

“Saya harap adanya penyuluhan tersebut masyarakat bisa memanfaatkan tumbuhan yang biasa dianggap biasa saja, memiliki manfaat yang luar biasa. Daripada membeli lebih baik buat sendiri karena lebih aman dan hemat,” harapnya.

Atika Ulfia Adlina, S. Psi.I., M.S.I., sekalu DPL mengapresiasi adanya program tersebut . Hal ini menunjukkan program yang dilakukan mahasiswa ini memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkait dengan adanya protokol kesehatan. pembuatan hand sanitizer  yang berasal dari tumbuhan di sekitar rumah.

"Program ini cukup cocok dengan isu-isu terkini menyesuaikan dengan kebutuhan desa dan juga bahan produk mudah didapat di desa,” katanya.

Atika menuturkan, keberlanjutan program ini akan diarahkan pada peningkatan ekonomi warga. Dengan program pemasaran juga akan dilakukan. Sehingga diharapkan produk penyuluhan ini bisa menjadi sumber bisnis desa. (KKN-IK IAIN KUDUS/*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya