alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

BDR Lebih Gamblang dengan Media E-Paper

14 September 2021, 14: 34: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Endang Prihatiningsih, S.Pd.; Guru SMPN 1 Tlogowungu

Endang Prihatiningsih, S.Pd.; Guru SMPN 1 Tlogowungu (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PENYEBARAN pandemi virus corona atau covid-19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan di bidang pendidikan. Akibat dari kebijakan tersebut membuat sektor pendidikan menghentikan proses pembelajaran tatap muka dan dilaksanakan secara daring yang bisa dilaksanakan dari rumah masing–masing siswa. Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran  corona virus disease (Covid-19) menganjurkan untuk melaksanakan proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring.

Proses belajar dari rumah membutuhkan kesiapan dari berbagai  pihak. Antara lain siswa, guru, dan pihak penyedia layanan internet yang merupakan tuntutan utama dari pelaksanaan pembelajaran daring Pelaksanaan pembelajaran daring ini memerlukan perangkat pendukung sepert komputer atau lap top, gawai, tablet, dan alat bantu lain sebagai perantara yang tentu saja harus terhubung dengan koneksi internet. Pengguna internet mengalami peningkatan pada berbagai sektor. Bukan hanya dihadapkan sektor ekonomi, sosial, dan teknologi. Namun, sektor pendidikan juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi ini, baik sumber daya manusia maupun insfrastruktur yang mendukung.Oleh sebab itu, dengan pelaksanaan pembelajaran daring diharapkan dapat membantu memutus penyebaran pandemi virus corona. Dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah secara daring ini, guru dituntut untuk lebih inovatif dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran.

Berpijak dari masalah tersebut sangat berpengaruh pada proses pembelajaran, khususnya  kondisi nyata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ketika sampai materi  menulis teks cerita inspiratif  secara daring terjadi kesulitan pada siswa. Siswa merasa sulit dan bingung untuk mengawali menulis, sulit mencari ide/gagasan yang bisa mengantar mereka untuk dapat menulis teks cerita inspiratif. Semua butuh sarana dan prasarana yang memadai.  Namun, sekali lagi pembelajaran masih berlangsung secara daring artinya guru, siswa, dan sarana tidak bisa berjalan bersama, sehingga hasil belajar siswa belum memuaskan.

Baca juga: Bejat! Lansia 64 Tahun Tega Cabuli Gadis Difabel hingga Hamil 8 Bulan

Kondisi tersebut memaksa guru untuk berpikir lebih lanjut bagaimana mengangkat siswa agar keluar dari masalah kesulitan menulis teks cerita inspiratif dalam pembelajaran dari rumah. Hal ini, tidak terlepas dari  kemampuan guru mengantar siswa  dalam memahami materi dan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus menghadirkan siswa dengan surat kabar yang penulis harapkan bisa membantu siswa menemukan gagasannya. Dalam kondisi tersebut penulis menemukan ide pembelajaran menulis teks cerita inspiratif dengan menggunakan  media e-paper. Dengan e-paper siswa bisa menjelajah artikel-artikel yang bisa mengundang inspirasi bagi siswa untuk menemukan gagasan yang kemudian dikembangkan menjadi teks cerita inspiratif. Siswa bisa mudah mengakses berita tanpa harus mencari surat kabar. Dengan harapan hasil tulisan siswa berupa teks cerita inspiratif bisa mengisi kesulitan pengisian artikel di majalah dinding sekolah yang mengalami kendala sejak belajar dari rumah.

Oleh karena itu, perlu adanya solusi guna mengatasi kelengkapan penunjang lain yaitu dengan media  yang lebih terarah dan lebih meningkatkan aktivitas proses pembelajaran di masa pandemi agar siswa mendapat wawasan yang lebih luas dalam memulai kegiatannya untuk menuangkan dalam bentuk tulisan cerita inspiratif berawal dari peristiwa  yang termuat dalam media.  Media yang dimaksud adalah koran. Dalam hal ini karena kondisi daring maka penulis menggunakan e-paper. Melalui e-paper, siswa dapat menemukan peristiwa  yang dibaca. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh ide penulisan cerita inspiratif berdasarkan fakta yang ada dalam e-paper.

Pendekatan proses dengan media e-paper ini lebih mudah dalam penerapannya. Media yang digunakan juga murah dan mudah ditemukan dalam hal ini media elektronik yang dapat diakses lewat telepon genggam (hand phone). Media elektronik e-paper (koran digital) antara lain m-radarnews.com, JawaPos.com, Kompas.id, Kompas.com, Kompasiana. Com, New Media, detikcom, Muria News, Pati News dan lain sebagainya.

Tujuan utama penggunaan media e-paper dalam BDR di masa pandemi covid- 19 ini adalah untuk memperoleh sebanyak-banyaknya informasi berupa ide yang nantinya akan dituangkan kembali ke dalam bentuk cerita inspiratif. Tujuan yang lain adalah menumbuhkan minat baca di kalangan siswa dan pengisian majalah dinding serta yang utama siswa dapat belajar lebih gamblang secara BDR. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya