alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Tegang Saat Tes PPPK, Gejala Stroke Peserta di Grobogan Kambuh

14 September 2021, 10: 37: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

MENINJAU: Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang meninjau pelaksanaan PPPK di SMAN 1 Purwodadi kemarin.

MENINJAU: Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang meninjau pelaksanaan PPPK di SMAN 1 Purwodadi kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Pelaksanaan tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jabatan fungsional guru di seluruh kabupaten di Karesidenan Pati dan Grobogan dilaksanakan kemarin. Di Grobogan ditemukan peserta diduga terlalu tegang sehingga gejala strokenya kambuh. Ada juga peserta alami kontraksi saat tes.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Grobogan Gunawan Cahyo Utomo menjelaskan peserta yang gejala strokenya kambuh langsung ditangani tim medis. Begitu juga peserta hamil yang alami kontraksi.

”Ibu hamil yang alami kontraksi belum masuk ruangan. Jadi belum ikut tes

Baca juga: IAIN Kudus Gelar Seminar Temu Tokoh Nasional dan Literasi Kebangsaan 

Gunawan Cahyo Utomo mengaku memantau ke beberapa titik pelaksanaan di Kabupaten Grobogan. Salah satunya di SMAN 1 Grobogan. Di situlah ada yang hamil sembilan bulan alami kontraksi.

”Mungkin mereka terlalu tegang,” ujarnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi pelaksanaan di SMAN 1 Purwodadi, SMKN 1 dan SMKN 2 Purwodadi bersama tim monitoring meminta peserta tes calon PPPK saat mengerjakan tes tenang. Agar pikiran tidak tegang.

”Jangan terlalu tegang. Dipikir santai tapi tetap konsentrasi,” tegasnya.

Selain itu bupati mengimbau para peserta tidak percaya dengan orang-orang yang mengaku bisa meloloskan mereka menjadi pegawai.

”Saya minta peserta CPNS dan PPPK ini jangan percaya dengan orang-orang yang katanya bisa membantu. Membayar sekian bisa masuk (jadi, Red) pegawai. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Hal itu lantaran beredar informasi kalau membayar bisa lolos. Bahkan agar percaya ada yang mengatasnamakan bupati, sekda, kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, bahkan keluarga Bupati.

(ks/int/ful/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya