alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

IAIN Kudus Gelar Seminar Temu Tokoh Nasional dan Literasi Kebangsaan 

Ajak Generasi Muda Tanggap Tuntutan Zaman

14 September 2021, 10: 07: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

PELUANG: IAIN Kudus menggelar seminar temu tokoh nasional dan litarasi kebangsaan yang bertujuan menyiapkan generasi muda menjawab tantangan di tengah pandemi Covid-19.

PELUANG: IAIN Kudus menggelar seminar temu tokoh nasional dan litarasi kebangsaan yang bertujuan menyiapkan generasi muda menjawab tantangan di tengah pandemi Covid-19. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – IAIN Kudus menggelar seminar temu tokoh nasional dan literasi kebangsanan secara daring kemarin. Dalam kajian itu, generasi muda diharapkan bisa menangkap peluang dan menjawab tantangan di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui zoom meeting itu menghadirkan narasumber antara lain Wakil Ketua MPR RI Lestari Mordijat, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Luthfi Assyaukanie, Presenter TV Nasional Widya Saputra. Sekaligus Wakil Rektor III IAIN Kudus Ihsan yang juga sebagai narasumber. Diskusi yang digelar di Gedung Perpustakaan lantai IV dibuka langsung oleh Rektor IAIN Kudus Mundakir. Pada pembahasan itu mengangkat tema, Disrupsi dan Pandemi Tantangan Bagi Kaum Muda. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyatakan, generasi muda dituntut untuk menyesuaikan kondisi dan situasi pandemi yang tengah terjadi sekarang ini. Pengekplorasian diri tentang hal baru merupakan hal terpenting. Generasi muda diminta untuk bersifat progesif dalam menghadapi tantangan ke depan.

Baca juga: Tak Sekadar Karya, Sudah Dibeli Konsumen dari Berbagai Daerah

“Tantangannya melahirkan SDM yang berkualitas. Diperlukan campur tangan pemerintah untuk mendukung perkembangan teknologi,” terangnya.

Rerie sapaan akrabnya mengatakan pentingnya para generasi muda atau mahasiswa mengantisipasi dampak pandemi. “Ini menjadi persiapan di era 4.0 menuju era 5.0 agar tak ketinggalan harus mau bertransformasi,” ungkapnya.

Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Luthfi Assyaukanie mengatakan tema disrupsi dan pandemi sudah menjadi pembahasan di tingkat MPR RI. Tema tersebut sangat relevan dan didiskusikan bagi para generasi muda.

“Disrupsi sudah ada sebelum pandemi. Orang yang respon tak serius kali ini dipaksa serius menjawab tantangan,” katanya.

Di masa pandemi ini, peluang bisa dimanfaatkan menggunakan internet. Dalam hal ini dua bidang yang mampu berpeluang yakni pendidikan dan dunia usaha.

Rektor IAIN Kudus, Mundakir mengatakan, diskusi ini untuk menyiapkan generasi muda di era digital. Pada era disrupsi perubahan zaman sekian cepat dan belum secara penuh diikuti peradabannya.

Sekarang ini, kehidupan ditempuh melalui kegiatan digital. Ke depan dimungkinkan tenaga manusia menjadi banyak berkurang. Kebutuhan tenaga manusia, akan dibutuhkan jika memiliki pengalaman dan pendidikan yang mumpuni.

"Kami (IAIN,Red) menyambut era digital menyiapkan SDM mahasiswa yang mumpuni dan siap bersaing," katanya. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya