alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Tiga Mahasiswa UMK Pembuat Magnetic Pot Aroma

Tak Sekadar Karya, Sudah Dibeli Konsumen dari Berbagai Daerah

14 September 2021, 09: 53: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

FANTASTIK: Dari kiri Ilham Fajar Sidqi bersama Miftahul Janah dan Idha Rachmawati mempraktikkan cara kerja Magnetic Pot Aroma Terapi di kampus UMK kemarin.

FANTASTIK: Dari kiri Ilham Fajar Sidqi bersama Miftahul Janah dan Idha Rachmawati mempraktikkan cara kerja Magnetic Pot Aroma Terapi di kampus UMK kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

Tiga mahasiswa Unversitas Muria Kudus (UMK) membuat magnetic pot aroma. Mereka, Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi, Miftahul Janah dari Prodi Ilmu Hukum, dan Ilham Fajar Sidqi dari Prodi Agroteknologi. Produk tersebut sudah dibeli konsumen dari beberapa daerah.

INDAH SUSANTI, Radar Kudus

INOVASI ciptaan dari tiga mahasiswa UMK berjudul Levitasi Batik Magnetic Media Hidrogel lolos  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan Kemendikbudristek. Karya mahasiswa UMK itu saat ini masuk penilaian PKM. Jika lolos maka masuk pekan ilmiah nasional (Pimnas) yang diadakan Kemendikbudristek.

Baca juga: Kabar Baik, Bandara Dewandaru di Karimunjawa Beroperasi Lagi

Idha, ketua PKM menjelaskan awal mula ide tersebut muncul ketika melihat kondisi pandemi. Ada sebuah riset yang menyatakan saat pandemi magnetic pot aroma paling dicari masyarakat.

Melihat peluang itu, dirinya bersama timnya, muncul ide membuat magnetic pot aroma terapi. Sebenarnya magnetic pot saat ini sudah banyak yang jual, namun yang dilengkapi dengan difuser aroma terapi masih belum ada.

”Pandemi juga menjadi salah satu faktor stress. Jadi dengan difuser aroma terapi bisa meminimalisasi stres,” katanya.

Magnetic pot bisa ditaruh di meja kerja. Tanaman yang dipilih bisa membuat mata lebih segar dan aroma terapinya bisa menambah rilek saat bekerja. Sementara pot yang mengambang juga memiliki keunikan tersendiri.

Produk magnetic pot yang dibuatnya memiliki tiga bagian. Bagian bawah tempat magnet yang dihiasi dengan batik. Tujuannya tak lain untuk mengenalkan batik ke masyarakat. Sehingga karya budaya bangsa bisa terus lestari.

Bagian tengah terdapat tempat difuser aroma terapi. Di dalamnya terdapat sebuah alat yang bisa merubah cairan menjadi asap. Sehingga cairan aroma terapi tersebut bisa menyebar. Apalagi magnetic pot bisa berputar. Sehingga asap aroma terapi bisa lebih menyebar. Di dalamya juga terdapat lampu.

Lalu bagian atas adalah pot yang digunakan untuk tanaman. Tanaman yang ditaruh dalam pot sesuai keinginan masing-masing. Bisa tanaman hiasan semata seperti sekulen atau tanaman yang memiliki manfaat lain. Seperti daun mint yang bisa menetralisir bau ruangan.

”Bisa dikatakan ini produk 3 in 1, magnetic levitation, vas dengan diffuser dan tempat tanaman hias. Serta lampu dalam vas untuk mempercantik ruang,” terangnya.

Untuk produk tersebut dibuat menjadi dua paket. Paket classic dengan harga Rp 698.000. Magnetic pot classic yang dibuat jauh lebih murah dibanding yang dijual di pasaran. Dengan ukuran yang sama di pasaran bisa mencapai Rp 800.000. Itupun tanpa difuser aroma terapi.

Lalu paket kedua Rp 395.000. Untuk paket tersebut ukurannya lebih kecil dibanding paket klasik. Setiap pembelian paket sudah termasuk cairan aroma terapi dengan berbagai aroma. Sampai saat ini, sudah terjual sekitar delapan buah. Baik dari marketplace atau lainnya. Terakhir ada yang beli dari marketplace berasal dari Jakarta. Penjualan dilakukan secara online, baik melalui marketplace ataupun promosi.

Dengan inovasi produk tersebut, pihaknya berharap usaha nantinya bisa terus berkembang, tidak hanya target lolos Pimnas saja. Melainkan juga berkembang ke dunia bisnis atau wirausaha. ”Kami akan menyempurnakan terus karya ini,” imbuhnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP