alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Jateng Jadi Provinsi Tertinggi Nilai Ekspor Pertanian

14 September 2021, 09: 45: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

PRESTASI BIDANG PERTANIAN: Wapres RI KH Ma'ruf Amin didampingi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menganugerahkan Penghargaan Bidang Pertanian 2021 kepada Wakil Gubernur (Wagub) Taj Yasin Maimoen secara luring di Istana Wapres Jakarta Senin (13/9).

PRESTASI BIDANG PERTANIAN: Wapres RI KH Ma'ruf Amin didampingi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menganugerahkan Penghargaan Bidang Pertanian 2021 kepada Wakil Gubernur (Wagub) Taj Yasin Maimoen secara luring di Istana Wapres Jakarta Senin (13/9). (HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berhasil meraih penghargaan Abdi Bakti Tani Tahun 2021 untuk Kategori Provinsi dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi tahun 2019-2020. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin dan diterima oleh Wakil Gubernur (Wagub) Taj Yasin Maimoen di Istana Wapres Jakarta kemarin (13/9).

Provinsi Jateng yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo ini tercatat memiliki peningkatan ekspor sebesar 8,3 triliun komoditas pertanian. Angka itu lebih unggul dari empat provinsi lain yakni Kalimantan Timur sebesar 6,7 triliun, Jambi sebesar 5,1 triliun, Kalimantan Barat sebesar 4,4 triliun. Dan, Sulawesi Utara memiliki peningkatan ekspor sebesar 3,9 triliun.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Tri Susilarjo menuturkan, keberhasilan itu tidak lepas dari upaya yang telah dilakukan pihaknya. Di antaranya menggiatkan fasilitasi temu usaha antara petani produsen dan pelaku usaha, khususnya eksportir untuk membangun kemitraan.

Baca juga: Student Centered Approach (SCA) dalam Pembelajaran

”Termasuk dalam peningkatan produksi, provitas, serta kualitas hasil pertanian dengan penerapan GAP (Good Agricultural Practices) atau Norma Budi daya Baik (NBB),” ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut dia, membangun komitmen pada semua stakeholder. Kemitraan yang berperan dalam mewujudkan tujuan atau target yang dimitrakan. ”Keberhasilan ini akan terus kami tingkatkan untuk selalu berkontribusi pada kebutuhan pangan,” imbuhnya.

Sementara Wakil Presiden RI KH Maruf Amin dalam sambutannya mengapresiasi capaian dan kinerja sektor pertanian Indonesia yang terus mengalami kemajuan dan peningkatan produksi. Lebih dari itu, pertanian juga dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional serta memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

”Karena itu, kami harus bersyukur bahwa di tengah disrupsi yang diakibatkan pandemi, sektor pertanian ternyata mampu hadir sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Wapres yang didampingi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugrahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara luring di Istana Wapres Jakarta, Senin (13/9).

Wapres mengingatkan, selama ini ada 3 hal penting yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia. Ketiganya adalah melakukan pemenuhan pangan rakyat secara total, meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan peningkatan ekspor secara berkelanjutan.

”Dalam dua tahun terakhir, kebutuhan pangan kita sangat menjanjikan. Hal inilah yang terlihat pada minggu ketiga di bulan Agustus 2021, dimana stok beras mencapai 7,60 juta ton. Kemudian total ekspor berdasarkan catatan BPS mencapai 2,24 miliar dolar,” paparnya.

Di sisi lain, sektor pertanian mampu menyerap jutaan tenaga kerja yang terdampak PHK. Berdasarkan hasil survei BPS, angkatan kerja nasional yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah sektor pertanian.

”Tumbuhnya pertanian di masa krisis seperti ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi integratif dan kolaboratif antarinsan pertanian serta komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan pusat,” terangnya. (akr/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya