alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Student Centered Approach (SCA) dalam Pembelajaran

14 September 2021, 09: 41: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Wiwik Winarti, S.Pd.; Guru Mapel Bahasa Inggris SMPN 4 Satu Atap Ngaringan, Kec. Ngaringan Kab. Grobogan

Wiwik Winarti, S.Pd.; Guru Mapel Bahasa Inggris SMPN 4 Satu Atap Ngaringan, Kec. Ngaringan Kab. Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SISWA adalah salah satu komponen yang menempati posisi sentral dalam proses pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan, dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Oleh karena itu, selama proses pembelajaran siswa bukan sebagai objek belajar, tetapi harus ditempatkan sebagai subjek belajar. Pandangan yang menganggap siswa sebagai objek belajar adalah sebuah kekeliruan karena penempatan ini akan membuat siswa menjadi pasif. Pandangan bahwa siswa sebagai subjek mengarahkan siswa lebih aktif selama proses pembelajaran.

Student Centered Approach (SCA) adalah pendekatan yang didasarkan pada pandangan bahwa mengajar dianggap sebagai proses mengatur lingkungan dengan harapan agar siswa belajar. Dalam konsep ini yang penting adalah belajarnya siswa, untuk mengubah perilaku siswa. Dalam konteks ini mengajar tidak ditentukan oleh lamanya serta banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari dampak proses pembelajaran itu sendiri. Bisa terjadi guru hanya beberapa menit saja di muka kelas, namun waktu yang sangat singkat itu membuat siswa sibuk melakukan proses belajar.

Dalam SCA, pembelajaran tidak ditentukan oleh selera guru, tetapi mempertimbangkan keberadaan dan perbedaan siswa. Siswa memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan gayanya sendiri. Dengan demikian, peran guru berubah dari sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator (Hannafin, Hill, & Land, 1997), artinya guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar. Tujuan utama pembelajaran adalah untuk membelajarkan siswa. Kriteria keberhasilan pembelajaran tidak diukur dari sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran, tetapi diukur dari sejauh mana siswa telah melakukan proses belajar. Inilah makna proses pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa tidak dipandang sebagai objek belajar yang dapat diatur dan dibatasi oleh kemauan guru. Siswa harus ditempatkan sebagai subjek yang belajar sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimikinya..

Baca juga: Ketagihan ”Jajan”, Istri Ngajak Bubar

Ciri kedua, siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses mengajar sebagai proses mengatur lingkungan, siswa tidak dianggap sebagi organisme yang pasif yang hanya sebagai penerima informasi. Akan tetapi, siswa harus dipandang sebagai organisme yang aktif, yang memiliki potensi untuk berkembang. Mereka adalah individu yang memiliki potensi dan kemampuan.

Ciri ketiga, proses pembelajaran berlangsung di mana saja. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang berorientasi kepada siswa, maka proses pembelajaran dapat terjadi di mana saja. Kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar siswa. Siswa dapat memanfaatkan berbagai tempat belajar sesuai dengan kebutuhuhan dan sifat materi pelajaran. Ketika siswa akan belajar tentang fungsi pasar misalnya, maka pasar itu sendiri merupakan tempat belajar siswa.

Keempat, pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan. Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itulah penguasaan materi pelajaran bukanlah akhir dari proses pengajaran, akan tetapi hanya sebagai tujuan antara untuk pembentukan perilaku siswa itu sendiri. Untuk itulah metode dan strategi yang digunakan guru tidak hanya sekedar metode ceramah, tetapi menggunakan berbagai metode

Beberapa model atau metode pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran antara lain Small Group Discussion (SGD), Role-Play and Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Contextual Instruction (CI), Project-based Learning (PjBL), dan Problem Based Learning (PBL).

Mari kita ubah pandangan, bahwa siswa bukanlah objek, tetapi jadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya