alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

PDAM Blora: Sempat Agak Jernih, Air Bengawan Solo Kembali Pekat

14 September 2021, 09: 31: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMPAT JERNIH: Warga melihat ikan yang mati akibat limbah ciu Bengawan Solo, kemarin.

SEMPAT JERNIH: Warga melihat ikan yang mati akibat limbah ciu Bengawan Solo, kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Direktur PDAM Blora Yan Riya Pramono menyatakan saat ini kondisi air Bengawan Solo masih hitam pekat. Sehingga sejak Minggu (12/9) malam pihaknya kembali menghentikan pengolahan air baku.

”Kemarin (Minggu (12/9), Red) sempat agak jernih dengam turunnya hujan. Tapi air kembali pekat. Sehingga kami menghentikan pengolahan untuk sementara. Sampai air kondisi membaik,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Soegiyono mengungkapkan air di Kracaan sudah mulai membaik. Begitu juga di Desa Medalem. Namun untuk wilayah instalasi PDAM masih keruh.

Baca juga: Air PDAM Mandek, Bupati Arief Minta Maaf

”Masih sekitar 2-3 Km yang keruh. Semoga ada hujan kembali. Sehingga air limbah bisa segera berlalu,” terangnya.

Pihaknya juga sudah turun ke lapangan dan memantau langsung. Saat ini aliran air masih lambat. Sehingga limbah masih terlihat di sekitar instalasi PDAM Cepu. ”Semoga segera kembali normal,” harapnya.

Sukimin, salah satu pencari ikan mengaku akibat limbah tersebut meracuni warga. Ikannya mabuk. Tidak bisa banyak. Meninggal semua. ”Kalau tidak ada limbah ikannya banyak. Bisa dapat Rp 300 ribu. Tapi setelah ada limbah ikannya habis,” ucapnya.

Dia berharap, pembuangan limbah seperti ini dapat dilarang. Sehingga ekosistem air dan ikan bisa berkembang. Mulai ikan lele, wader, patil, dlendeng, dan lainnya.

(ks/sub/zen/ful/top/JPR)

 TOP