alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Sudah Tiga Tahun, E-Warong di Blora Marak Diselewengkan

14 September 2021, 08: 42: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

ilustrasi e-warong

ilustrasi e-warong

Share this      

BLORA Banyaknya penyelewengan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) membuat bupati, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, dan kepolisian geram. Bulan depan sudah tidak ada ampun. Jika belum berubah, akan langsung diproses.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Muhammad Adung mengatakan, persoalan E-Warong sejak tiga tahun lalu selalu sama. Bahkan, pihaknya sudah beberapa kali mendapat temuan. Tapi belum menindaklanjuti. ”Sering kami di kirimi video tentang program ini (E-Warong, Red). Seperti kualitas beras jelek,” jelasnya.

Menurutnya, selama tiga tahun ini, tidak pernah ada solusi yang tercapai. Pertama, data keluarga penerima manfaat (KPM) yang selalu bermasalah. Di antaranya, ada selisih data dan persolan pendistribusian sembako.

Baca juga: Sekda Rembang Tunggu Hari Baik Tempati Rumah Dinas

”Ada beberapa desa yang kepala desanya masih cawe-cawe. Barang dari suplayer tidak sesuai dengan standar kementerian. Saya tidak mengancam. Ada tempat tidak sesuai untuk dijadikan sebagai E-Warong. Ada toko material, toko listrik, dan konter HP jadi E-Warong,” tegasnya.

Adung meminta untuk berhati-hati. Untuk bulan depan, jika masih ada seperti itu, akan ditindak. ”Barang siapa menguntungkan diri sendiri atau orang lain masih bisa masuk dalam UU Tipikor. Ini jadi catatan kami. Tiga tahun permasalahan selalu sama. Dulu penyaluran kartu. Sekarang bahannya. Kami APH (aparat penegak hukum) hanya mengingatkan. Kalau diingatkan tidak bisa, ya mohon maaf,” tegasnya.

(ks/sub/top/JPR)

 TOP