alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Disiapkan Rp 700 Juta, MPP Rembang Belum Bergenset

14 September 2021, 06: 57: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TERUS DIKEBUT: Gedung eks PGRI dipugar untuk gedung MPP.

TERUS DIKEBUT: Gedung eks PGRI dipugar untuk gedung MPP. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Sarana dan prasarana Mal Pelayanan Publik (MPP) disiapkan hampir satu miliar. Dana sebesar itu digunakan pengadaan alat kantor seperti,  kursi, AC, laptop dan sejenisnya.

Sementara untuk pengadaan genset Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPNaker) Kabupaten Rembang akan diusulkan secara berkelanjutan.

Sedangkan kapasitas pembangunan konstruksi maupun interior kapasitas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten setempat. Konstruksi pembangunan gedung sudah jalan. Sebelumnya gedung dibangun dengan nilai kontrak Rp 3,6 miliar.

Baca juga: Terpilih Aklamasi, Mochammad Fatah Nakhodai DPC PPP Grobogan Lagi

Sesuai papan proyek yang dipasang terhitung waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Mulai 23 Juli sampai 19 Desember 2021. Dimana penyedia jasa dari CV Arya Guna Wijaya. Konsultan pengawasnya CV Multiline.

Meski telah diusulkan anggaran sarpras informasinya belum termasuk genset. Peralatan ini digunakan untuk antisipasi saat terjadi gangguan listrik. Sehingga akan dikawal kembali di tahun 2022 mendatang.

MPP merupakan sebuah lokasi terpadu yang memiliki sistem pelayanan publik dalam satu tempat sehingga lebih mudah, cepat dan transparan dalam memberikan pelayanan  dalam mengurus perizinan.

Digadang-gadang sebagai tempat pelayanan terintegrasi dari berbagai instansi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen dan perizinan dalam satu tempat sehingga lebih efektif dan efisien.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPNaker) Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman, membenarkan terkait tupoksi atau urusanya menyiapkan MPP. Digarisbawahi bukan fisiknya, tetapi sarpras pendukung.

”Selain sarpras pendukung, termasuk sistem ke depan. Tugasnya DPMPTSPNaker, terkait kursi, AC, laptop. Untuk gedung dan interior bisa ditanyakan DPKP,” keteranganya saat dikonfirmasi koran ini.

Teguh membenarkan masih ada penyempurnaan. Termasuk gedungnya ditargetkan selesai di akhir tahun ini. Meski masih kurang, belum 100 persen. Masih ada item-item yang belum bisa digarap, karena kekurangan anggaran.

Maka di desain dianggarkan tahun 2022. Begitupun sarpras juga berlanjut. Seperti genset belum teranggarkan di tahun 2021. Lalu dianggarkan tahun depan. Terkait peralatan tersebut masuk di DPMPTSPNaker terkait kebutuhan sarpras.

”Sudah kami usulkan. terkait sarpras sekira Rp 700-an juta. Prinsip dasar secara teknis dimatangkan dulu, kalau belum di launching. Berdasarkan sharing informasi atau hasil eksistensi Kementerian PAN RB harus oke, fisik dan sebagainya,” keteranganya.

Lalu bagaimana terkait layanan, dari hasil identifikasi kesanggupan sekitar 25. "Dari instansi vertikal ada kepolisian, corporation di delete dahulu sementara. Dari perbankan, BUMD, OPD -OPD di lingkungan kabupaten," ujarnya.

”Jadi ada yang tertunda. Seperti instansi seperti Migrasi yang ada di Pati, beberapa waktu lalu belum menjawab,” imbuhnya.

Ke depan untuk MPP fokus harus ada counter Polres dan Capil. Itu yang digariskan Kemenpan. Untuk yang lain-lain bisa menyusul. "Pelan-pelan. Prinsipnya pelayanan bisa menyatu di satu tempat, tepatnya kedepan di eks gedung PGRI atau depan kawasan Alun-alun Rembang," imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP