alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pati Turun Jadi Level 2, Puluhan Pengelola Wisata Boleh Beroperasi

14 September 2021, 06: 28: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

IKONIK: Suasana taman bunga yang menjadi salah satu spot menarik di Agro Wisata Jollong

IKONIK: Suasana taman bunga yang menjadi salah satu spot menarik di Agro Wisata Jollong (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Kegiatan simulasi pembukaan wisata alam dilakukan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Para pengelola tempat wisata dikumpulkan, Sabtu (11/9) akhir pekan kemarin di Agro Wisata Jollong, Desa Sitiluhur.

Dinporapar memperlihatkan kepada para pengelola wisata bagaimana protokol kesehatan saat masuk dan menikmati tempat wisata. Total ada 20-an lebih pengelola wisata alam yang mengikuti kegiatan ini.

Baca juga: Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Sosialisasikan Manfaat Toga

Simulasi dimulai dari pintu masuk. Petugas memeriksa suhu badan dan pemakaian masker. Bagi yang tidak pakai masker tidak diperkenankan masuk.

Untuk diketahui simulasi itu digelar dalam rangka persiapan pembukaan terbatas destinasi pariwisata pada kondisi pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinporapar Pati, Edi Sulistyono, menjelaskan, karena Pati sudah berada di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), destinasi wisata sudah diizinkan buka, meski tetap dengan pembatasan tertentu. Seperti maksimal 50 persen dari kapasitas tempat wisata.

“Harus diingat, pandemi belum berakhir. Karena itu kami kumpulkan para pengelola wisata untuk melakukan simulasi dulu. Sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan saat ada pembukaan destinasi,” terang Edi usai meninjau simulasi tersebut.

Dia menegaskan, penerapan protokol kesehatan secara ketat memang merupakan aspek terpenting dalam pembukaan pariwisata. Sehingga tidak timbul klaster Covid-19 di tempat wisata.Mulai pintu masuk, pengawasan di dalam destinasi, semua harus dipersiapkan.

“Biasanya ada pengunjung yang waktu masuk pakai masker, tapi begitu sudah di dalam, masker dicopot. Kemudian bergerombol juga. Itu harus diingatkan oleh pengelola,” tegas dia.

Edi menambahkan, setelah simulasi, pihaknya akan melakukan uji coba pembukaan wisata alam lain yaitu Waduk Gunungrowo, dan Gua Pancur.

Kalau uji coba ini dinilai berjalan baik, nantinya akan dilanjutkan ke destinasi lainnya.

Sementara, Manajer PT Perkebunan Nusantara IX yang mengelola Wisata Agro Jollong, Iryanto mengatakan bahwa pihaknya sudah siap melakukan uji coba.

Sebab, pihaknya sudah mempersiapkan sarana-prasarana protokol kesehatan dan membekali sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Karena kami minta pengunjung taat prokes, maka kami sendiri dulu juga harus memberi contoh. Kalau ada pengunjung tidak bawa masker kami persiapkan. Kemudian ada imbauan lewat pengeras suara. Pengunjung juga terus kami pantau terkait prokes ini,” paparnya.

(ks/aua/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya