alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

PLTU TJB Tetap Beri Dukungan ke Sadifa Jepara

14 September 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SEBELUM PANDEMI: Anggota Sadifa Jepara salah satu binaan PLTU TJB Jepara berkumpul dalam sebuah kegiatan sebelum pandemi Covid-19.

SEBELUM PANDEMI: Anggota Sadifa Jepara salah satu binaan PLTU TJB Jepara berkumpul dalam sebuah kegiatan sebelum pandemi Covid-19. (PT. PLN PLTU TJB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Jepara peduli dengan warga masyarakat sekitar. Kepedulian itu disalurkan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Salah satu komunitas dapat binaan melalui program itu yaitu Sahabat Disabilitas (Sadifa) Jepara. Binaan ini sejak 2019 bertepatan sejak awal komunitas itu berdiri secara legal.

Asisten Manajer CSR/TJSL PLTU TJB Wahyu Mahaputra menjelaskan Sadifa Jepara menjadi binaan PLTU TJB berawal ketika perusahaan pelat merah itu mendirikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Jepara. RKB ini mewadahi hasil produk ataupun kegiatan UMKM binaan di Kabupaten Jepara.

Bagi komunitas, lanjutnya, Sadifa Jepara menjadi penyemangat dan pemacu untuk selalu terus bekerja dan berkarya menghasilkan produk-produk UMKM. Terutama yang diproduksi komunitas Sadifa Jepara.

Baca juga: Haryanto Jamin Semua Calon Sekda “Bersih”

”Semangat kami sebagaimana slogan Sadifa Jepara yakni “Bersama, Setara & Berkarya,” jelasnya.

Bersama, artinya bersama baik difabel maupun nondifabel kami rangkul. ”Kami melangkah untuk membantu sesama,” jelasnya.

Setara artinya antara difabel dan nondifabel tidak ada perbedaan. Berkarya artinya melangkah bersama untuk menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk sesama dan berprestasi dalam melangkah.

Dia berharap dapat memberikan kontribusi dan perannya lewat bantuan program CSR ataupun TJSL yang dilaksanakan kepada Komunitas Sadifa Jepara.

”Tujuannya membina, memberdayakan, serta mengangkat Komunitas Sadifa Jepara ini menjadi partner binaan UMKM PLN TJB yang punya nilai lebih atau khusus. Utamanya di Jepara,” ungkapnya.

PLN UIK TJB akan terus merangkul dan mengayomi masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian sosial perusahaan melaui program CSR/TJSL PLN Peduli.

Pengembangan komunitas-komunitas pemberdayaan masyarakat akan terus diupayakan untuk dapat menciptakan kemandirian dan kemujuan yang akan semakin menambah nilai positif kemasyarakatan dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Perlu diketahui Sadifa Jepara berdiri 2017. Kiprahnya kelompok itu telah terkenal di hampir semua organisasi. Mulai lembaga swasta, instansi pemerintah, dan BUMD dan BUMN.

Sadifa secara resmi berdiri 2019. Legal Standing izin pendirian Sahabat Sadifa Jepara yakni Akta Notaris M. Nurul Amri, LC, SH, MKn Nomor 3 Tahun 2019 dan SK Kemenkumham RI Nomor : AHIJ-0012174.AH.01.04 Tahun 2019 serta terdaftarnya Sadifa Jepara dalam daftar Yayasan Nomor: AHU-0016188.AH.01.12 Tahun 2019.

Sumbangsih kelompok itu banyak dalam bidang sosial-kemanusiaan, sosial-religi keagamaan, budaya, relawan kegiatan-kegiatan sosial, penggalangan dana/amal bantuan kemanusiaan dan bentuk kepedulian yang lainnya.

”Lahirnya Komunitas Sadifa Jepara sebagai wadah penyandang disabilitas Jepara. Agar para difabel mampu menumbuhkan kepercayaan diri. Dalam rangka penyamaan kedudukan disabilitas di mata hukum, sosial, ekonomi maupun jaminan penghidupan yang layak dengan cara membentuk komunitas Sadifa Jepara,” terang Ketua Komunitas Sadifa Jepara Adib Budiono.

Adib Budiono mendirikan rumah Sadifa Jepara bagi kaum disabilitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

”Awalnya mengumpulkan sulit. Tapi berkat kesabaran dan kerja sama tim. Akhirnya terbentuk,” tegasnya.

Sudah 150-an anggota Sadifa Jepara telah terdaftar. Mulai tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, dan jenis disabilitas lainnya.

Adib Budiono menambahkan Sadifa Jepara memiliki visi perkumpulan terwujudnya masyarakat inklusif. Partisipasi penuh dan kesamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang Disabilitas.

Sedangkan misi Sadifa memberikan pemberdayaan organisasi dan diri penyandang sebagai sumber daya pembangunan yang mandiri, produktif, berintegrasi dan bermanfaat, melakukan advokasi hak dan martabat penyandang disabilitas di segala bidang kehidupan. Mengembangkan jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hak dan martabat penyandang disabilitas. Melakukan penyadaran publik demi terwujudnya penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak disabilitas. Serta melakukan penguatan kapasitas organisasi untuk mewujudkan budaya mutu.

”Maksud dan tujuan perkumpulan Sadifa Jepara tidak lain memperjuangkan tercapainya pembangunan berkelanjutan bagi penyandang Disabilitas,” tegasnya.

Adib Budiono menambahkan bahwa sejak Sadifa Jepara berdiri sampai saat ini baru PLN TJB yang pertama kali melirik dan membina serta menjalin kerja sama dengan pola menjadi bapak asuhnya Sadifa. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya program CSR/TJSL PLN TJB yang diberikan kepada Sadifa Jepara.

”Baik itu yang sifatnya pemberdayaan, pemberian pelatihan skill dan ketrampilan, bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan produksi UMKM dan bantuan lainnya,” tambah Adib Budiono. 

(ks/zen/top/JPR)

 TOP