alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Bea Cukai Kudus Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal di E-Commerce

13 September 2021, 15: 28: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

GEMPUR: Bea Cukai Kudus berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal mencapai 900 ribu sekaligus mengawasi pemasaran lewat media digital.

GEMPUR: Bea Cukai Kudus berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal mencapai 900 ribu sekaligus mengawasi pemasaran lewat media digital. (BEA CUKAI KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus kembali menggalkan peredaran rokok ilegal. Kali ini modus transaksi yang dilakukan bukan secara langsung, melainkan sudah melalui e-commerce. Penindakan juga dilakukan pada Jumat (10/09) berhasil mengamankan 918.350 rokok ilegal.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Gatot Sungeng Wibowo mengatakan pihaknya berhasil menindak pelaku penawaran melalui e-commerce Selasa (07/09) lalu. Pihaknya juga meringkus 918.350 rokok ilegal dengan nilai barang Rp 936 juta. Negara dirugikan hingga Rp 615 juta.

Penindakan yang dilakukan pada Jumat (10/9) lalu berlokasi di Desa Robayan Kalinyamatan, Jepara.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Bayar Sewa Kios Pasar Kliwon Kudus Dibikin Bulanan

Tim berhasil mengamankan seseorang yang diduga pemilik mobil berinisial BU, 42. Dari penyeledikan di lokasi, tim berhasil mengamankan sebanyak sigaret kretek mesin 918.350 batang yang diduga ditimbun di dalam rumah.

”Operasi kami lakukas selepas salat subuh. Kami mengaman pemilik mobil dan satu unit minibus. Selanjutnya kami melaksanakan pemeriksaan di kantor,” ungkapnya.

Pada Selasa (07/09) lalu di tempat lain, tim menindak pelaku di lokasi jasa pengiriman berada di Jalan Raya Bungo Ketapang, Demak, dan rumah tempat penimbunan di Desa Robayan Kalinyamatan, Jepara.

Dalam rangka melaksanakan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Kudus memantau dan menganalisa penawaran rokok ilegal di beberapa e-commerce di Indonesia.
”Pada Selasa (07/09) sekitar pukul 18.00 WIB akan dikirim Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok diduga ilegal dari wilayah Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman," katanya.

Melihat temuan itu, tim bergegas menuju lokasi jasa pengiriman tersebut. Dari pantaun tim di lapangan pukul 19.00 WIB, bea cukai melihat mobil berwarna abu metalik yang diduga membawa rokok ilegal. Mobil itu tiba dan memasuki jasa pengiriman dan hendak mendaftarkan barang kirimannya.
”Tim kami segera menindak ketika barang itu hendak didaftarkan di jasa pengiriman,” ungkapnya.
Dari temuan di lapangan di peroleh barang bukti, empat slop atau @10 bungkus dan  delapan paket berisi total 107 slop rokok ilegal  dengan berbagai merk. Berupa DALILL BOLD, BLITZ, TIGA JAYA, C@FFEE STIK, SMD, L4, SUMBER BARU. Rokok tersebut ditemukan tanpa dilekati pita cukai dan menggunakan pita cukai palsu.

Gatot menambahkan, pemilik barang berinisial F, 23 beserta seluruh barang bukti lainnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pengembangan, diperoleh informasi dari pemilik barang milik  F bahwa terdapat rokok ilegal di bangunan atau rumah yang digunakan untuk menimbun rokok ilegal di Jepara. Kemudian Tim segera menuju rumah yang terletak di Desa Robayan Kalinyamatan Jepara dan melakukan penindakan. 

Dari hasil pengembanga tersebut, tim berhasil mengamankan rokok Ilegal jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT). Jumlahnya sebanyak 34 bale atau @200 bungkus dan 201 slop berbagai merek. Roko itu tanpa dilekati pita cukai dan menggunakan pita cukai palsu.
Operasi yang dilakukan itu, Gatot mentotal  barang bukti yang diperileh sebanyak 183.640 batang rokok ilegal. Sementara total perkiraan nilai barang sebesar Rp 138 jutadan potensi kerugian negara mencapai Rp 90 juta. 

(ks/gal/zen/top/JPR)

 TOP