alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Pasar Minggu Sehat Kembali Bula, Gethuk Ludes Diserbu Goweses

13 September 2021, 15: 01: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

LUDES: Para goweser menikmati makanan tradisional yang disajikan di Kampung Budaya Piji Wetan secara gratis.

LUDES: Para goweser menikmati makanan tradisional yang disajikan di Kampung Budaya Piji Wetan secara gratis. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Setelah sekian lama vakum karena lonjakan kasus Covid-19, kemarin Kampung Budaya Piji Wetan membuka Minggu Sehat lagi. Pasar tradisional yang menjajakan makanan tempo dulu diserbu goweser dan terkuras habis. Khusus goweser gratis.

Miggu Sehat ini sebelumnya digelar tiap Minggu pagi. Minggu sehat digelar pada pukul 06.00 hingga pukul 11.00.

Pasar Minggu Sehat sering menjadi jujukan para pesepeda. Lantaran khusus pesepada gratis mencicipi gethuk dan secangkir kopi.

Baca juga: Tiga Puluh Sekolah di Grobogan Antre Tatap Muka

Selain menyediakan makanan ringan, di sana juga menjajakan nasi aking. Satu porsinya dibandrol Rp 10 ribu. Aneka menu lainnya ada nasi pindang dan lopis.

Salah satu goweser Zuri, 59, warga Desa Margorejo mengaku baru pertama kali singgah ke Kampung Budaya Piji Wetan. Dia bersama 10 orang rombongan untuk menikmati jajanan tradisional.

“Konsepnya bagus. Kami dapet gratis kopi dan getuk. Kegiatan ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Ketua Kampung Budaya Piji Wetan Zaini mengatakan, dibukanya kembali Minggu Sehat untuk mengobati rasa kangen masyarakat akan makanan tradisional. Selain itu, untuk meningkat lagi perekonomian masyarakat.

“Minggu Sehat menyajikan makanan pilihannya terbatas, jika ingin lengkap datang saat Pasar Ampiran,” jelasnya.

Zaini mengatakan, Pasar Ampiran rencana akan dibuka lagi pada Minggu (26/9) mendatang. Lapak yang menjual makanan tradisional ini dibuka tiap Minggu Kliwon.

Diketahui, di Pasar Ampiran masyrakat bertransaksi menggunakan koin. Pengunjung terlebih dahulu menukarkan uang mereka. Selain menyajikan makanan tradisional, pengunjung akan disuguhkan dan bisa menjajal mainan tradisional. Antaralain, terdiri dari dakonan, egrang,  gedrek, dan lainnya. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP