alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Setoran Hafalan Alquran lewat Ibu

13 September 2021, 12: 05: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Naili Zulfa

Naili Zulfa (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

OLAHRAGA berenang menjadi kegememaran bagi Naili Zulfa. Tiap Minggu rutin menyalurkan hobinya itu. Kegiatan di luar rumah itu tidak sampai mengganggu program hafalan Alqurannya. Tetap setor hafalan.

Perempuan bergolongan darah O ini pun harus pintar-pintar menyiasati agar hobinya tersalurkan. Harus sama-sama berjalan. Antara hobi dan belajar.  Caranya menyalurkan hobi saat libur akhir pekan. ”Kalau masih kecil dulu gampang. Cukup mandi di sungai,” katanya sambil tersenyum.

Sejak kecil, mahasiswi STAI Syekh Jangkung yang biasa disapa Nafa ini dibesarkan di lingkungan sekolah agama. Dari RA hingga MTs diselesaikan di desanya Sumbersari, Kayen, Pati. Sedangkan jenjang aliyah ditempuhnya di salah satu sekolah di Kajen. ”Sekarang, kuliah kembali lagi ke kampus yang dekat rumah,” katanya.

Baca juga: E-Learning Jadikan Siswa Melek Literasi Digital

Dengan kuliah tidak jauh dari rumah, dia bisa menghemat banyak biaya, seperti biaya kos, biaya hidup, dan biaya transportasi. Di samping itu dia bisa selalu dekat dengan kedua orang tuanya. Sebab, di rumah orang tuanya Nafa hanya berdua dengan adiknya. Setelah tamat jenjang aliyah, adiknya memilih mondok di Sarang.

Dulu ketika tinggal di pondok pesantren, Nafa harus menahan diri untuk menyalurkan hobi berenangnya. Karena aturan pondok tidak membolehkan. ”Saat pulang kampung baru bisa berenang,” imbuh mahasiswi program PIAUD itu.

Ditambah hadirnya pandemi covid-19 dirasakan cukup berat baginya. Sebab, aturan selama pandemi tak memperbolehkan perempuan kelahiran Pati 14 Agustus 1997 ini tidak lagi bebas berenang. Padahal kegiatan itu adalah hobi yang sulit ditinggalkan. ”Di waktu normal, rutin berenang setiap minggu. Ini tidak bisa lagi. Fokus belajar,” katanya.

Menurutnya, kegiatan di luar rumah itu tidak sampai mengganggu program hafalan Alqurannya. Tetap setor hafalan ke sekolahnya. Tak sampai luput menyetorkan.

”Ayah dan ibu saya juga selalu mendukung. Biasanya saya setor hafalan lewat ibu,” pungkasnya. (adr)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP