alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Permainan Kasti di Sekolah Dasar

13 September 2021, 11: 53: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Suwarni, S.Pd.; Guru Mapel PJOK SD Negeri 1 Rambat, Kec. Geyer, Kab. Grobogan

Suwarni, S.Pd.; Guru Mapel PJOK SD Negeri 1 Rambat, Kec. Geyer, Kab. Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KASTI merupakan permainan bola kecil dalam pembelajaran PJOK. Permainan ini dimainkan oleh dua regu, yakni regu pemukul dan regu penjaga. Regu pemukul berusaha mendapatkan nilai dengan memukul bola, lalu berlari mengelingi lapangan. Sebaliknya, regu penjaga berusaha menangkap bola dan mematikan regu pemukul. Regu yang banyak mengumpulkan nilai menjadi pemenangnya. Kasti menjadi salah satu kompetensi pada semester gasal pembelajaran PJOK di kelas IV Sekolah Dasar.

Alat untuk permainan kasti yaitu bola dan pemukul. Bola terbuat dari karet, sedangkan pemukul terbuat dari kayu. Lapangan kasti berbentuk persegi empat yang dilengkapi tiang pemberhentian. Ukuran lapangan disesuaikan dengan situasi dan keadaan setempat. Jumlah pemain tiap regu dapat disesuaikan dengan keadaan di sekolah. Salah seorang anggota menjadi kapten regu.

Peraturan dalam permainan kasti untuk regu pemukul sebagai berikut. Setiap pemain berhak memukul sebanyak satu kali, kecuali pemain terakhir (berhak memukul hingga tiga kali). Sesudah memukul, pemain harus meletakkan alat pemukul di dalam ruang pemukul. Jika alat pemukul berada di luar tempat yang telah ditentukan, pemain tersebut tidak mendapatkan nilai, kecuali ia segera membetulkannya kembali.

Baca juga: Airlangga Apresiasi OJK dan Perbankan Bantu Akses Pembiayaan UMKM

Peraturan untuk regu penjaga sebagai berikut. Regu penjaga bertugas mematikan lawan, menangkap langsung bola yang dipukul, dan membakar ruang bebas, jika ruang bebas kosong. Pelambung bertugas melambungkan bola secara wajar sesuai permintaan pemukul. Jika bola yang dilambungkan tidak terpukul, maka pelambung harus melambung lagi. Jika sampai 3 kali berturut-turut bola tidak terpukul, maka pemukul dapat lari bebas ke tiang pemberhentian. Pukulan dinyatakan benar apabila bola yang dipukul melampaui garis pukul. Saat bola dipukul tidak boleh mengenai tangan dan tidak boleh jatuh di ruang bebas.

Nilai dalam kasti dihitung menurut aturan berikut. Jika pemain memukul bola lalu berlari ke pemberhentian I, II dan III dan ruang bebas secara bertahap maka akan mendapat nilai 1. Jika pukulan benar dan dapat kembali ke ruang bebas tanpa berhenti pada tiang tiang pemberhentian maka ia mendapat nilai 2. Regu penjaga mendapat nilai 1 jika berhasil menangkap langsung bola yang dipukul. Pemenang adalah regu yang berhasil mengumpulkan nilai terbanyak.

Permainan kasti berlangsung 2 babak. Setiap babak berlangsung selama 30 menit. Setiap babak diselingi waktu istirahat selama 10 menit.

Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi jika salah seorang regu pemukul terkena lemparan, bola ditangkap 3 kali berturut turut oleh penjaga, atau alat pemukul lepas saat memukul. Pergantian tempat juga bisa terjadi jika salah seorang regu pemukul memasuki ruang bebas melalui garis belakang atau salah seorang regu pemukul keluar dari ruang bebas.

Teknik dasar yang perlu dikuasai dalam permainan kasti adalah melempar dan menangkap bola, memukul bola, serta cara berlari. Latihan melempar dan menangkap bola dapat dilakukan secara berpasangan. Aturlah jarak lempar tangkap bola ketika berlatih. Lakukan latihan lempar tangkap bola dalam jarak dekat. Setelah cukup menguasai, lakukan dalam jarak yang agak jauh. Latihan melempar dan memukul bola juga dilakukan secara berpasangan. Aturlah jarak melempar dan memukul bola ketika berlatih. Jika latihan dirasa cukup, permainan dapat dimulai.

Namun, sebelumnya guru menjelaskan pentingnya bekerja sama dalam sebuah regu. Ketua regu memegang peranan untuk mengatur posisi sesuai dengan kekuatan dan kelemahan anggotanya. Seluruh anggota harus percaya pada ketua sehingga regu dapat bermain secara efektif dan memenangkan pertandingan.

Setelah permainan selesai, guru berperan mengingatkan regu yang kalah dan regu yang menang bahwa ini hanya permainan olahraga untuk kesehatan tubuh dan kebersamaan. Siswa harus sportif, berani mengakui kekalahan dan mengapresiasi kemenangan lawan.

Selamat bermain. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP