alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

E-Learning Jadikan Siswa Melek Literasi Digital

13 September 2021, 11: 50: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

Sutrisno, S.Ag., M.Pd.I.; Guru PAI SMPN 1 Gabus Kab. Grobogan

Sutrisno, S.Ag., M.Pd.I.; Guru PAI SMPN 1 Gabus Kab. Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PESATNYA perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dan memberikan dampak perubahan terhadap cara hidup dan aktivitas manusia sehari-hari termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan mengalami perkembangan yang pesat pula, diantaranya dengan munculnya sistem pembelajaran secara digital. Dampak nyata terhadap dunia pendidikan berakibat pada kebutuhan desain dan mekanisme pembelajaran secara digital dan sudah merupakan suatu keharusan terhadap setiap insan pendidikan.

Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakpan kognitif maupun teknikal (Kemdikbud: 2017). Berdasarkan ICT Watch kerangka literasi digital terdiri atas tiga bagian utama, yaitu proteksi (safeguard), hak-hak (rights), dan pemberdayaan (empowerment). Literasi saat ini tidak saja hanya sekedar kemampuan membaca dan menulis akan tetapi bagaimana seorang siswa bisa memahami informasi digital.

Pembelajaran PAI saat ini sudah selayaknya harus memaksimalkan literasi digital, sebagai kerangka fungsi pemberdayaan (empowerment) pembelajaran siswa. Pembelajaran PAI berbasis literasi digital dibutuhkan profesionalisme guru dalam mendesain pembelajaran yang dapat memanfaatkan literasi digital dalam mengenalkan konsep-konsep pada siswa. Salah satu upaya yang harus dilakukan saat ini adalah memaksimalkan literasi digital dengan aplikasi e-learning.

Baca juga: Tega! Bocah Tujuh Tahun Dicabuli

. Dalam dunia pendidikan, internet dapat dijadikan sebuah pembelajaran. pembelajaran ini berupa electronic learning atau yang lebih dikenal dengan istilah e-learning. E-Learning sebagai media elektronik dapat membawa dampak perubahan pada proses pembelajaran. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan dengan tatap muka langsung tetapi juga dapat menggunakan media elektronik sebagai perantara sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, visual dan interaktif. Pembelajaran digital menerapkan sistem pembelajaran yang tidak berlangsung dalam suatu tempat saja, sehingga tidak ada interaksi langsung secara tatap muka antara pengajar dan pembelajarnya. Interaksi antara pengajar dan pembelajar dapat dilakukan, baik dalam bentuk synchronous dan asynchronous.

Menu dalam e-Learning dapat diakses siswa kapan saja dan di mana saja asalkan ada jaringan internet. Menu Profil Siswa yang berfungsi untuk melihat data diri, memperbaharuinya jika ada perubahan atau mengubahnya jika ada kesalahan seperti nama, NISN, gender, tempat dan tanggal lahir. Selain itu di menu ini siswa dapat mengganti foto profil mereka. Untuk masuk dan mengikuti pembelajaran siswa dapat melakukannya di menu kelas online dengan cara mengklik nama kelas online yang diinginkan. Berikutnya siswa akan diarahkan ke dalam kelas online tersebut. Beberapa menu utama diantaranya: fitur kelola akun, timeline kelas, kompetensi inti dan kompetensi dasar, KKM, RPP, bahan ajar, data siswa tergabung, kehadiran, tugas/kuis dan tes CBT serta video converence.

Pengembangan e-learning sebagai pusat sumber belajar  memiliki kekurangan antara lain: pertama kurangnya interaksi antara guru dan siswa, kedua kecenderungan mengabaikan aspek akademis atau sosial, ketiga tidak semua tempat dapat mengakses internet, keempat siswa yang tidak mempunyai motivasi tinggi cenderung gagal. Disamping kekurangan e-learning ada manfaat  besar, yaitu: dapat diakses dengan mudah, relatif lebih efisien, siswa lebih aktif, siswa dapat me-review bahan ajar setiap saat, serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karenanya e-learning bisa menjadi solusi tepat dan cerdas bagi sekolah untuk melaksanakan pembelajaran  daring, lebih-lebih lagi di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya