alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features

Di Tengah Pandemi Covid-19, Tawarkan Wisata Kebun hingga Paralayang

13 September 2021, 10: 10: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

ANDALAN: Paralayang menjadi salah satu wisata di Jatipohon Indah yang berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan.

ANDALAN: Paralayang menjadi salah satu wisata di Jatipohon Indah yang berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan. (KADES SUMBER JATIPOHON GROBOGAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

DESA Bageng menjadi salah satu desa wisata potensial di Bumi Mina Tani. Desa wisata itu, mengandalkan hasil perkebunan dan pesona alam sebagai daya tarik utamanya. Hasil perkebunan berupa jeruk pamelo dan kopi. Sedangkan pesona alamnya, ada air terjun, camping ground, dan Puncak Argojembangan yang termasuk gugusan Pegunungan Muria.

Didukung udaranya yang sejuk. Menyambut pengunjung yang masuk ke desa itu. Desa ini berada di lereng Pegunungan Muria. Desanya masih asri. Dengan pepohonan yang tumbuh subur. Terutama pohon jeruk pamelo. Yang menjadi ikon desa wisata ini. Hampir di tiap pekarangan rumah warga selalu ada satu atau dua pohon jeruk dengan buah lebat.

Dari pusat kota jaraknya sekitar 18 kilometer. Sejak 21 November 2020 lalu, Bupati Haryanto menetapkan sebagai desa wisata. Sedangkan, pengembangan desa wisata ini, sudah dilakukan sejak 2017 lalu.

Baca juga: Kondisi Wisata Desa saat Pandemi: Destinasi Tutup, Warga Fokus Bertani

Pengelola cukup serius menyiapkan pengalaman wisata di desa ini. Ada tiga paket wisata yang disediakan. Dengan pengalaman yang bervariasi. Pengunjung bisa mendapatkan kesempatan edukasi tentang kopi dan jeruk pamelo langsung di kebunnya.

Selain itu, pengunjung bisa menikmati asrinya alam Pegunungan Muria dengan kegiatan eksplore air terjun Banyulawe di Dukuh Pondokan. Di dukuh ini, juga menjadi akses menuju salah satu puncak Pegunungan Muria, Puncak Argojimbangan.

Khoirun Na’im, ketua Pengelola Desa Wisata Bageng mengungkapkan, paket wisata di tempatnya dikelola dengan baik. Pihaknya membentuk kelompok kerja (pokja) di masing-masing destinasi wisata. Mereka yang tergabung dalam pokja itu, bertanggung jawab dengan destinasi wisata, agar selalu terawat dengan baik. Agar pengunjung tidak kecewa.

Selain dua destinasi utama itu, pengelola juga menawarkan wisata budaya yang tak kalah menarik. Antara lain pesta sedekah bumi, musik tradisional cekekrek, dan panjak terbang.

Sementara di Jatipohon Indah (JPI) yang berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, menawarkan eksotika surga tersenyembunyi di ketinggian. Destinasi wisata di atas Bukit Salam ini, memiliki ketinggian 350 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Wisata desa ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Terdapat berbagai wahana. Ada kolam renang, flying fox, camping ground di Bukit Cinta, jeep adventure, agro wisata, hingga paralayang.

Awal tahun lalu, wisata ini mendapatkan bantuan dari provinsi senilai Rp 100 juta. Bantuan tersebut langsung dipakai untuk alat musik, alat informasi, dan flying fox. ”Pengembangan sudah kami optimalkan di tahun ini,” imbuhnya. (aua/int/lin)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya