alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Menko PMK Apresiasi Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kudus

13 September 2021, 09: 48: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI: Menko PMK RI Muhadjir Effendy (kiri) membagikan masker kepada peserta vaksin di Klinik PKU Muhammadiyah Getassrabi, Gebog, Kudus.

PEDULI: Menko PMK RI Muhadjir Effendy (kiri) membagikan masker kepada peserta vaksin di Klinik PKU Muhammadiyah Getassrabi, Gebog, Kudus. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI berkunjung di Kudus kemarin. Dia mengapresiasi capaian vaksinasi di Kota Kretek. Selain itu, juga memperbolehkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Itu disampaikan di sela-sela Muhadjir meninjau vaksinasi di Klinik PKU Muhammadiyah Getassrabi. Dia Effendy mengaku senang dengan vaksinasi yang sudah berlangsung hingga level desa. Terlebih, hal itu direspon positif masyarakat Kudus secara antusias.

Baca juga: Tiga Pemain Senior Gabung Persipur

Menurutnya, dengan vaksinasilah penyebaran virus Covid-19 bisa diminalisasi dengan terbentuk herd imunnity. ”Saya senang sekali, vaksinasi bisa sampai di tingkat desa. Semangat vaksinasi ini luar biasa. Saya berterima kasih kepada masyarakat Kudus yang disiplin dan antusias. Terlebih berhasil melewati kondisi sulit saat Covid-19 sangat tinggi beberapa bulan lalu dan kini telah melandai,” jelasnya.

Muhadjir menuturkan, keberhasilan Kudus melewati masa sulit tak lepas dari peran serta masyarakat dan pejabat daerah dan jajarannya. Termasuk, peran civil society seperti Muihammadiyah, NU, dan lain-lain.

Seiring digiatkannya vaksinasi itu, dia menyatakan, pembelajaran tatap muka bisa dijalankan. Sebab, PTM tak bisa ditunda lama-lama. Karena akan berdampak buruk. Sebab, fasilitas pembelajaran online di Indonesia belum merata.

”PTM tak bisa ditunda terus. Bila terus demikian, anak akan kehilangan kesehatan dan semangat belajar. Dan itu sangat berbahaya. Sambil vaksinasi digiatkan, sekolah bisa mulai masuk dan tatap muka. Namun dengan pembatasan-pembatasan dulu,” katanya.

Wakil Kepala Intelejen dan Keamanan Polri Irjen Pol Suntana menyebut, capaian vaksinasi di beberapa daerah di Indoensia sudah mencapai 70 persen untuk dosis pertama dan 30 persen pada dosis kedua. Misalnya seperti Jakarta, Bali, hingga Kudus.

”Upaya pencegahan korona harus terus dilakukan lewat vaksin. Targetnya 2 juta per hari kedatangan vaksin terus dilaksanakan. Kami juga akan mendistribusikan,” terangnya.

Dia pun berterima kasih dan meminta dukungan ke berbagai pihak. Salah satunya PP Muhammadiyah untuk turut menyukseskan vaksinasi. Bersama PP Muhammadiyah telah tergelar vaksinasi di provinsi. Salah satunya di Kudus.

”Alhamdulillah masyarakat Kudus top. Dulu kasusnya tinggi kini sangat landai. Dan ke depan semoga terus membaik hingga bisa kasus nol,” imbuh tokoh Muhammadiyah ini.

Ketua Ranting Pemuda Muhammadiyah Desa Getassrabi, Gebog, Kudus, Nurus Zaman menjelaskan, vaksinasi yang digelar ini hasil kerja sama dengan kepolisian, RS Aisyiyah, dan tokoh masyarakat. Total ada 1.000 kuota vaksinasi yang digelar selama dua hari. ”Kami berharap ini menjadi sumbangsih kami mewujudkan Kudus yang sehat. Terlebih menjelang ulang tahun Kudus,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi digelar di tiga titik. Meliputi, di Klinik PKU Muhammadiyah Getassrabi dengan jumlah 450 sasaran, Masjid Al Huda Loram Kulon dengan 300 kuota, serta di Undaan dengan kuota 250 orang.

”Sasarannya masyarakat umum. Ini (vaksin, Red) jenis Astrazeneca. Jadi, harus 18 tahun ke atas dan lolos screening,” imbuhnya. (tos)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya