alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Project Based Learning untuk PTM

13 September 2021, 09: 32: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

Tatik, S.Pd.SD.; Guru SDN 2 Rambat, Geyer, Grobogan

Tatik, S.Pd.SD.; Guru SDN 2 Rambat, Geyer, Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SESUAI Instruksi Bupati Grobogan Nomor 7 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2 Covid-19 di Kabupaten Grobogan tanggal 31 Agustus 2021, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mekanismenya diatur lebih lanjut oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan dengan berpedoman pada petunjuk dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah. Juga dikonsultasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Grobogan.

Menindaklajuti instruksi tersebut, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan mengambil kebijakan akan dilaksanakannya PTM terbatas pada satuan pendidikan secara bertahap. Persiapan dimulai dengan pengusulan simulasi PTM di satuan pendidikan sebanyak 40 persen.

SD Negeri 2 Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan, tidak termasuk sebagai sekolah yang diusulkan untuk simulasi PTM. Pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Namun demikian, guru-guru telah mempersiapkan diri dengan berbagai upaya baik dalam hal perencanaan, pemilihan model, metode, media, sumber belajar, maupun yang lain.

Baca juga: Kuah Bikin Gobyos, Toppingnya Mengenyangkan

Project based learning sebagai salah satu model pembelajaran inovatif yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokusnya melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lain. Selain itu, juga memberi peluang siswa bekerja secara otonom untuk mengonstruksi belajar mereka sendiri. Akhirnya menghasilkan produk bernilai dan realistik.

Prosedur pembelajaran project based leraning menurut Daryanto (2014: 27-28), meliputi, pertama, penentuan pertanyaan mendadar. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. Yaitu pertanyaan yang memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik sesuai dengan realitas dunia nyata. Dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Guru berusaha agar topik relevan untuk para siswa.

Kedua, mendesain perencanaan proyek. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan untuk membantu penyelesaian proyek.

Ketiga, menyusun jadwal. Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Antara lain, membuat timeline dan deadline penyelesaian proyek, membawa siswa agar merencanakan cara baru, membimbing siswa ketika terdapat cara yang tidak sesuai, serta meminta siswa membuat penjelasan tentang pemilihan suatu cara.

Keempat, memonitor siswa dan kemajuan proyek. Guru bertanggung jawab untuk memonitor aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap proses. Agar proses monitoring mudah, maka dibuat rubrik untuk merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Kelima, menguji hasil. Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang dicapai siswa, serta membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

Keenam, mengevaluasi pengalaman. Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Siswa diminta mengungkapkan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan siswa mengembangkan diskusi untuk memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga ditemukan hal baru untuk menjawab permasalahan.

Project based learning ini, dipersiapkan untuk pembelajaran di kelas IV pada tema 3 subtema 1 pembelajaran kedua dengan materi memanfaatkan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar. Tugas proyek pada pembelajaran ini, membuat kolase secara kelompok dari tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar. Dalam melaksanakan tugas proyek kelompok, siswa tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Semoga sukses. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP