alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Peduli Lingkungan, Tim KKN-IK IAIN Kudus Tanam Mangrove

13 September 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI LINGKUNGAN: Mahasiswa dari Tim KKN-IK IAIN Kudus, Desa Wedung, Demak menanam mangrove di desa setempat belum lama ini.

PEDULI LINGKUNGAN: Mahasiswa dari Tim KKN-IK IAIN Kudus, Desa Wedung, Demak menanam mangrove di desa setempat belum lama ini. (TIM KKN IAIN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

DEMAK - Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Wedung, Demak, berhasil melaksanakan program peduli lingkungan melalui kegiatan “Penanaman Pohon Bakau (Mangrove)” tepatnya di sekitar Taman Wisata Alam GoTik (Gojoyo Cantik) Rabu (8/9).

Acara diikuti oleh 17 mahasiswa KKN-IK Desa Wedung dan didampingi langsung oleh Dany Miftah M. Nur, M. Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Kordes KKN-IK Desa Wedung Aniq menyampaikan tujuan dari kegiatan penanaman pohon bakau ini untuk mitigasi bencana. Juga untuk mengurangi risiko abrasi. Pohon bakau ini salah satu jenis tumbuhan pemilik  akar kokoh yang dapat meredam gelombang besar dari air laut. Diharapkan nantinya daerah sekitar dapat terhindar dari bencana alam.

Baca juga: Main Congklak Sambil Belajar Agama dan Sains

Keberadaan pohon mangrove ini juga berfungsi sebagai tempat hidup biota laut dan satwa-satwa sekitar sehingga ekosistem laut akan tetap terjaga.

”Karena di daerah Gojoyo ini masih ada yang terkena abrasi. Maka kami berinisiatif untuk menanam mangrove guna mencegah terjadinya hal tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aniq menuturkan kegiatan penanaman mangrove ini telah dikoordinasikan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Dosen Pembimbing Lapangan Dany Miftah M. Nur, M. Pd. menjelaskan kampus IAIN Kudus sebagai kampus moderasi serta dengan Islam terapan terpanggil untuk bersinergis “balik ndeso mbangun deso”. Dengan totalitas tanpa batas mengabdi untuk negeri.

”Saya tahu ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusian, voltaire. Khoirunnas anfa’uhum linnas,” katanya.

Ketua RT 4/ RW 12, Dusun Gojoyo, Ulul Arham menyampaikan anak-anak dusun sekitar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Ulul menjelaskan bahwa cara menanam mangrove ini cukup sederhana dengan menancapkan akar dari bibit mangrove pada tanah. Untuk menjaga pohon agar tetap kokoh dibutuhkan bambu dan tali sebagai penyangga. (KKN-IK)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya