alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Thoriq alias Abu Rus, Terduga Teroris Asal Kudus Ditangkap di Bekasi

Pernah Sembunyikan Tersangka Kasus Bom Bali

12 September 2021, 23: 48: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

Thoriq alias Abu Rus, Terduga Teroris Asal Kudus Ditangkap di Bekasi

KUDUS – Terduga teroris bernama Thoriq alias Abu Rus dan yang merupakan warga Kudus ditangkap pada Jumat (10/8) pukul 15.35 di Perumahan Griya Syariah Bebelan, Bekasi, Jawa Barat. Adanya hal itu, Polres Kudus mengantisipasi dan berkoordinasi dengan kepolisian di Bekasi.

Sebelumnya, diketahui yang bersangkutan merupakan warga Desa Prambatan Kidul, Kecamatan, Jati, Kudus. Dia sempat menjadi Dewan Syuro atau Penasehat Jemaah Islamiyah (JI). Juga pernah ditangkap Densus 88 pada 2004,

Sebab, AR pernah menyembunyikan Ali Gufron alias Muklas, tersangka bom Natal pada 2000 silam. Dia dijerat hukuman 3,5 tahun penjara.

Baca juga: Sepanjang Awal September, Angka Kebakaran di Pati Meningkat

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menjelaskan, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan menebar anggota ke berbagai penjuru. Untuk mengamankan tempat-tempat vital dan strategis.

”Kami minta masyarakat tidak usah panik. Sebab, kami sudah mengantisipasi. Ada anggota yang memantau ke situ (rumah terduga, Red),” harapnya.

Pemantauan dan antisipasi tersebut, juga dalam rangka menjalankan program deradikalisasi. Pihaknya pun akan segera berkoodinasi dengan tim Densus 88.

”Apakah nanti ada penggeledahan (di rumah terduga teroris) atau tidak, kami belum tahu. Kami koordinasikan dulu. Cuma yang bersangkutan benar warga Kudus,” jelasnya.

Kepala Desa Prambatan Kidul Sutopo menjelaskan, yang bersangkutan memang jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Tak pernah pula mengurus kepentingan administrasi, seperti KTP dan KK.

Sutopo mengaku juga tak pernah berkomunikasi dengan T atau AR. Jadi, tak mengenali betul wajahnya. ”AR atau T ini memang tinggal di situ (rumahnya di Desa Prambatan Kidus, Red). Tepatnya di rumah sebelah utara lampu lalu lintas kanan jalan, RT 7/RW 2. Namun, barangkali ada rumah lain saya nggak tahu,” terangnya.

Sebelumnya, Sutopo juga telah mengetahui jika yang bersangkutan pernah ditangkap Densus 88 pada 2004 lalu. Namun untuk info penangkapan kali ini, dia belum menerima kabar.

Salah satu tetangga terduga teroris berinisial P menjelaskan, terakhir kali dia melihat T atau AR pada tiga minggu lalu setelah Salat Jumat. Menurutnya, yang bersangkutan memang sering pergi ke luar kota. Juga kerap diundang di acara pengajian. ”Saya sendiri nggak pernah bergaul dengan dia (terduga teroris, Red). Paling sekadar basa basi. Kalau dulu memang teman sekolah,” katanya.

Sementara terkait aktivitas di rumah, P menerangkan, di rumah yang bersangkutan kerap ada pengajian. Namun hanya tertuju untuk anggota kelompoknya. Bukan masyarakat umum.

”Biasanya dari organisasi-organisasinya saja. Ya ada (pengajian) buat masyarakat, tapi temanya beda,” terangnya. (tos)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP