alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Rindu Belajar Lagi di Sekolah

12 September 2021, 22: 47: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

Eka Naning Setia Ningrum, S.Pd.I.; Guru  SDN 2 Lemah Putih

Eka Naning Setia Ningrum, S.Pd.I.; Guru  SDN 2 Lemah Putih (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PEMBELAJARAN di masa pandemi? Pasti yang terbesit dalam pikiran kita adalah belajar online atau daring. Mungkin bagi sebagian orang bukan masalah, karena ini era tekhnologi canggih, harus bisa dong, tuntutan zaman, sudah sewajarnya kita kan malah dimudahkan, bisa kontrol belajar anak,dan anak malah nggak keluyuran kemana – mana. Mungkin beragam jawaban akan muncul. Namun tidak semua bisa berjalan dengan pemikiran tersebut. Apalagi bagi sebagian masyarakat kecil yang hidup di pedesaan, yang belum melek teknologi. Bagaimana orang tua yang malah kelimpungan mengerjakan tugas anak, karena si anak yang punya tugas malah sibuk bermain game. Seperti yang beberapa orang tua alami, bagaimana seorang nenek yang mengasuh cucu karena ditinggal bekerja merantau oleh orang tua cucunya. Mereka  menelepon ke sekolah bertanya “Bu kapan bisa sekolah lagi bu. Saya sudah tidak sanggup ngajari cucu saya bu. Tidak mau nurut, dikasih tugas tidak mau mengerjakan. Tidak seperti kalau belajar disekolah”.

Ada lagi orang tua merasa kesulitan dalam mendampingi siswa dalam belajar. Apalagi siswa –siswi masih kurang dalam hal memahami dan mengerti materi yang diberikan oleh guru selain itu sinyal juga cukup sulit. Ponsel saja tidak semua anak punya dan juga kendala kuota internet juga masih kurang untuk pembelajaran.

Akibat kebijakan pemerintah tentang tidak diperbolehkannya pembelajaran tatap muka, membuat anak–anak, guru serta orang tua sangat merindukan belajar disekolah. Semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara online (daring). Meski guru telah menerapkan berbagai metode pembelajaran daring yang menarik, tapi tetap pembelajaran tatap muka yang terbaik menurut penulis dengan beberapa alasan yaitu anak lebih mudah memahami penyampaian materi. Karena ada sebagian besar anak yang lebih mudah fokus diajar guru secara langsung dari pada via whatssap group melalui smartphone. Selain itu kontroling terhadap anak lebih terjamin ketimbang anak belajar di rumah. Karena pernyataan bahwa anak lebih percaya dan menurut kepada gurunya dibanding dengan orang tua sendiri.

Baca juga: Nggowes di Rumah Saja

Pada tahun ajaran baru 2021/2022  yang seharusnya anak –anak sudah masuk sekolah secara tatap muka, namun pembelajaran daring diperpanjang karena kondisi yang belum memungkinkan. Sehingga secara otomatis menambah kerinduan para tenaga pendidik dan peserta didik.  Mereka mulai jenuh melakukan pembelajaran secara daring,  mereka rindu akan suasana di kelas. Mengerjakan tugas dari guru di kelas berinteraksi dengan teman, bapak/ibu guru, dan masih banyak lagi kegiatan lain di sekolahan yang mereka rindukan.

Namun pembelajaran daring ini juga menghadirkan dampak positif tentang pentingnya pendidikan di sekolah dan peran guru. Sisi positif yang dapat disimpulkan yaitu adanya pandemi ini memberikan banyak pelajaran bagi anak–anak dan orang tua, bahwa peran guru sangat penting dan memberikan efek langsung kepada siswa jika pelajaran diberikan secara langsung didalam kelas. Kemampuan dan kepandaian yang dimiliki anak akan menjadi spirit atau semangat bagi siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar selain itu guru akan lebih semangat dalam menyampaikan materi pada anak saat bertemu secara langsung.  Sosialisasi antar individupun akan terjalin lebih baik lagi, Karena anak–anak, guru, orang tua dan masyarakat luas semakin menyadari akan pentingnya bersekolah. Di mana pendidikan disekolah menjadi salah satu kenikmatan yang memberikan semangat baru bagi anak–anak. Itulah kenapa anak – anak guru, juga orang tua, rindu belajar disekolah. (*)   

(ks/top/top/JPR)

 TOP