alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersandung Kasus Korupsi, Dua Eks Kades di Kudus “Mondok” di Kejaksaan

11 September 2021, 14: 39: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

Tersandung Kasus Korupsi, Dua Eks Kades di Kudus “Mondok” di Kejaksaan

KUDUS – Kejaksaan Negeri Kudus menahan dua eks kades atas kasus dugaan korupsi dana desa. Yakni eks Kades Tergo, Dawe berinisial BK dan eks Kades Lau berinisial HS. Selanjutnya keduanya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Tipikor Semarang.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kudus Sarwanto menyebut sebelum diserahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor berkas keduanya masih diteliti. Karena memerlukan tambahan waktu, maka penahanan diperpanjang.

“Untuk eks kades Tergo ini kami lengkapi administrasinya dulu untuk kemudian disidangkan. Kalau eks Kades Desa Lau kami sudah menerima berkas perkara. Dan tim penuntut umum baru meneliti berkas-berkas itu,” jelasnya.

Baca juga: Terdakwa Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Rembang sampai Kejagung

Sarwanto mengatakan, jika pihaknya bisa memperpanjang proses penahanan selagi masih ada berkas yang perlu dilengkapi sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Namun penahanan dilakukan di rumah tahanan Polres Kudus. “Selain pandemi, di sini banyak dikunjungi pengacara,” imbuhnya.

Sementara untuk eks kades Undaan lor dengan inisial EP belum ada penahanan. Sebab yang bersangkutan kooperatif. Salah satunya mengembalikan dana atas kerugian negara akibat ulahnya itu saat proses penyidikan.

“Kalau prosesnya masih menambahkan beberapa keterangan. Kami dalami pemeriksaan tersangka, bukti, dan saksi-saksi. Sebab ini juga sudah ada pengembalian saat penyidikan,”tambahanya.

Namun meski ada pengembalian, proses persidangan tetap berlanjut. Tetapi iktikad baik tersebut setidaknya akan menjadi pertimbangan saat persidangan kelak.

Ketiga eks kades itu sama-sama diduga merugikan negara akibat adanya penyewelengan dana desa. Untuk Kepala Desa Tergo itu diduga melakukan pengadaan proyek fiktif dan mark up anggaran yang mengakibatkan adanya kerugian negara sebesar Rp 300 juta.

Sementara eks kades Lau dan Undaan Lor juga tersandung korupsi DD. Untuk nilai kerugian dari kasus dugaan korupsi berdasarkan hasil audit dari BPKP untuk Desa Lau berkisar Rp1,8 miliar, sedangkan di Desa Undaan Lor sekitar Rp 200 juta. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya