alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tiga Jam Bareskrim Geledah Satu Perusahaan di Rembang

Soal Dugaan Korupsi Pelabuhan Sluke

09 September 2021, 12: 13: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

NAMPAK NORMAL: Pengendara melintas di depan PT AHK Pamotan yang diperiksa oleh Bareskrim Polri kemarin (8/9).

NAMPAK NORMAL: Pengendara melintas di depan PT AHK Pamotan yang diperiksa oleh Bareskrim Polri kemarin (8/9). (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Tim Bareskrim Mabes Polri menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang. Ada dua perusahaan yang didatangi kemarin (7/9), yaitu PT Samudera Bahari Alam Persada dan PT Amir Hajar Kilsi (AHK). Penggeledahan di PT AHK Pamotan berlangsung sekitar tiga jam.

Informasi di terima koran ini penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pada PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) selaku BUMD. Yaitu reklamasi pelabuhan umum Rembang Terminal Sluke pada tahun anggaran 2010.

Ada indikasi kerugian negara atas dugaan tipikor penyalahgunaan anggaran pada PT RBSJ selaku BUMD untuk reklamasi sebesar Rp 1,3 miliar pada tahun anggaran 2010. Dan pengelolaan pelabuhan Rembang Terminal Sluke sebesar Rp 46 miliar pada tahun anggaran 2012 sampai dengan 2019.

Baca juga: Setan Gepeng dan Pendidikan Karakter

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di PT AHK Pamotan kemarin aktivitasnya berjalan seperti biasa.

Kepala Desa Pamotan Aang Maskur Rukani menyampaikan saat ada kegiatan dari Mabes Polri kemarin, pihaknya diminta untuk mendampingi kegiatan di PT AHK.

”Tapi dalam rangka apa kami tidak tahu pasti. Kami tidak berani masuk ke dalam. Karena ada surat tugas dari Mabes Polri,” katanya.

Dia mengaku 10.30 sampai di lokasi penggeledahan. ”Sekitar 2-3 jam. Saya diundang diminta untuk mendampingi. RT dan desa diminta dampingi,” jelasnya.

Di lokasi pemeriksaan masih ada kegiatan pekerjaan kemarin. ”Kegiatan (pabrik berjalan) biasa. Sebulan sekali kami ngontrol terkait air. Kegiatannya jalan di pemecah batu itu,” imbuhnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tak mengambil sikap terkait adanya pemeriksaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di wilayah Rembang. Bupati Rembang Abdul Hafidz bakal bersikap kooperatif terkait hal itu.

Abdul Hafidz menyampaikan tidak mencampuri urusan tersebut. Dia mempersilahkan apabila ada kegiatan pemeriksaan. ”Karena fungsinya sendiri. Welcome saya. Secara persisnya tidak tahu,” katanya.

Hafidz mengatakan saat ini tidak ada dari unsur Pemkab Rembang yang diperiksa. ”Nggak ada,” imbuhnya.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan Polres Rembang hanya bersifat memonitor dan memback up kegiatan yang dilakukan oleh tim dari Bareskrim Polri.

”Polres sebatas back up. Untuk perkara ditangani bareskrim,” katanya.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya