alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Dipercaya Kelola Podcast di RS Kudus, Terbiasa Pulang Malam

09 September 2021, 11: 23: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

dr. Priskila Tania Damitrias

dr. Priskila Tania Damitrias (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

DOKTER berparas oriental dengan rambut lurus panjang tergerai, memiliki talenta di luar profesinya. Perempuan muda yang saat ini bertugas di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus ini dipercaya untuk mengelola podcast bersama tim lainnya. Dia dr. Priskila Tania Damitrias.

Perempuan yang biasa disapa Tania menceritakan hobinya cenderung ke olahraga. Dulu waktu SD jago bermain tenis. Bahkan mengikuti lomba. Ia geluti hingga SMP.

”Ya, asalnya hobi bermain tenis. Lama-lama ikut perlombaan,” kata Tania sambil tertawa.

Baca juga: Presiden Minta Kredit UMKM Ditingkatkan hingga 30 Persen

Namun, setelah pelajarannya makin banyak dan harus fokus maka perlahan-lahan dia kurangi latihan tenis. Sampai masuk tingkat SMA dirinya tidak melanjutkan olahraga itu. Karena ekstrakurikuler tersebut tidak ada. Adanya badminton atau bulu tangkis.

”Saya coba ikut badminton dan ternyata asyik juga. Hingga masuk perkuliahan masih menggeluti badminton hingga sekarang. Tapi tidak pernah ikut lomba, ya sekadar hobi,” terangnya.

Tania mengatakan, di luar kedinasan sebagai dokter ia sempatkan main badminton bersama teman-temannya. Terkadang main tenis juga, tapi lebih seringnya badminton.

Ia juga menceritakan kisahnya, hingga menjadi dokter dan bukan atlet, karena tiba-tiba terbesit dipikirannya ingin masuk perkuliahan di fakultas kedokteran.

”Kepikiran jadi dokter saat SMA, di Undip. Melalui beberapa ujian kompetensi dan bertugas di Blora dan Purwodadi, selain itu Semarang juga pernah. Setelah itu mencoba daftar di RSUD dr. Loekmono Hadi dan diterima hingga berjalan sudah setahun ini,” ujarnya.

Ia sempat kualahan saat bertugas di RSUD terjadi awal pandemi 2020. Menggunakan alat pelindung diri (APD), masih sempat terbatas, mensiasati keterbatasan dan jaga diri tetap safety. Rela tidak pulang ke rumah.

Kemudian lonjakan kedua, sedih juga. Karena keterbatasan tempat pasien, Tania melihatnya miris juga, karena kondisinya memang penuh. Pulang ke rumah tidak tentu dan ia sudah terbiasa kalau tidak bisa pulang. (san/zen)

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya