alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Awal Tahun, 7 Desa di Kudus bakal Gelar Pilkades Serentak, Mana Saja?

07 September 2021, 21: 04: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Awal Tahun, 7 Desa di Kudus bakal Gelar Pilkades Serentak, Mana Saja?

KUDUS - Tujuh desa mempersiapkan diri menggelar Pilkades serentak pada awal 2022. Tujuh desa itu di antaranya Desa Hadiwarno, Mejobo, Kaliputu, Loram Kulon, Ternadi, Langgar Dalem, dan Undaan Lor.

Kepala Dinas Pemberdyaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono sedang menyiapkan skema pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di tujuh desa. Yakni dengan mengarahkan desa-desa tersebut untuk menghitung anggaran hingga skema pencoblosan.

“Sebab kini tengah dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga cukup berbahaya bila nantinya terjadi kerumunan saat pencoblosan. Untuk itu perlu disusun skemanya,” tambahnya.

Baca juga: Peran Kepala Sekolah dalam Persiapan PTM

Dengan kondisi pandemi seperti ini, Adi menyebut jumlah anggaran akan lebih sedikit dari yang biasanya. Sehingga bisa lebih hemat. Sebab dalam pelaksanaanya anggaran tersebut dibebankan pada APBDes di desa masing-masing.

“Tetapi nanti pemkab melalui APBD tetap akan tetap membantu,” jelasnya.

Namun Adi mengatakan, jika pelaksanaan Pilades kali ini harus mendapatkan restu dari Kepala Satgas Penanganan Covid-19. Mengingat masih mewabahnya virus Covid-19 di Kudus. Dan pelaksanaannya juga harus mengikuti protokol kesehatan.

“Kami memiliki wacana tempat pemilihannya disebar di tiap-tiap rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) guna menghindari kerumunan,” terangnya.

Selain tujuh desa yang bakal menggelar Pilkades di awal 2022 mendatang, empat desa di Kabupaten Kudus segera menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pergantian antarwaktu (PAW). Jika sesuai dengan jadwal, Pilkades PAW akan digelar pada Oktober mendatang.

Empat desa yang bakal menggelar Pilkades PAW yakni Desa Kauman Kecamatan Kota, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, dan Desa Cendono, Kecamatan Dawe.

“Sesuai rencana memang dilaksanakan Oktober mendatang. Namun akan disesuaikan pula dengan kondisi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Adrian menyebut pihaknya akan mengawasi adanya money politics dalam gelaran Pilkades nanti. Sebab sebagaimana pengalaman yang sudah-sudah hal itu rentan terjadi.

“Kami akan infokan kepada bacakades menyalonkan diri tanpa uang. Karena jika dirunut adanya korupsi di beberapa desa yang kami tangani tak lepas dari tingginya uang politik,” jelasnya.

Dia berharap hal itu bisa dihilangkan, meski tidak mudah. Untuk itu pihaknya akan melakukan langkah preventif untuk meminimalisasi.

“Setiap sepekan sekali kami ke desa-desa. Para perangkat desa kami ingatkan agar amanah dalam pemanfaatan dana desa. Agar meminimalisasi adanya penyalahgunaan dana desa. Kami sampaikan bila kami tak segan-segan menangkap langsung jika terbukti nanti ada politik uang,” imbuhnya. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP