alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Inspirashe
icon featured
Inspirashe

Kecelakaan, Tetap Berangkat Ngelesi

02 September 2021, 12: 04: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

Candra Ventika Rahayu

Candra Ventika Rahayu (DOK CANDRA VENTIKA RAHAYU)

Share this      

CANDRA Ventika Rahayu selain mengajar di SD Kenongo, Seda, Rembang, juga mengajar di lembaga bimbingan belajar. Salah satunya di Afada Learning Center (ALC) Pohlandak, Pancur, Rembang. Jaraknya sekitar 30 Km dari rumahnya di RT 2/RW 1, Sambong, Sedan, Rembang.

”Saya sering pulang malam. Karena ngajarnya dari pukul 13.00 sampai 17.00. Selesai kadang tidak bisa langsung pulang. Ada yang ingin tambahan ajar,” terangnya.

Dia mengaku mengajari di bimbel itu baca tulis anak TK. Di situ ia mengaku banyak tantangan. Salah satunya telaten karena anak-anak belum mengenal huruf.

Baca juga: Pembebasan Tugas Sementara Dicabut, Sekda Edy ”Di-Prank” Bupati Andi

”Prosesnya lama sekali. Baru diajari semenit lupa lagi,” tambahnya.

Di situlah ia mengaku diuji kesabaran. Begitupun siswanya seusia SD kelas I dan II. ”Saya mengajar paling banyak dua anak per 30 menit,” tandasnya.

”Capek pasti. Karena lima jam mengajar menulis dan baca,” tambahnya.

Capek akan terbayar jika para siswa senang dan semangat belajar.

”Anak-anak suka belajar sambil bermain. Misal membuat permainan, yaitu siswa yang cepat bisa praktik dapat bintang dibukunya. Tulisannya anak hebat, cerdas, mandiri, dan pintar. Wah mereka senang sekali,” terangnya.

Ia menceritakan suatu waktu berangkat mengajar. Di perjalanan sekitar daerah Lemah Putih, Pegunungan, Rembang, sepi. Dia disrempet orang yang tidak dikenal. ”Saya terjatuh dan lecet-lecet. Saya berdiri dan mau mengejar, tapi yang nyerempet sudah jauh. Akhirnya tetap berangkat ngelesi. Sebab sudah menjadi kewajiban. Bismilah kuncinya,” kenangnya. 

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya