alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
A. Chasina Aula, Penerima Penghargaan CSSMoRA

Modal Semangat Anak Rantau, All Out di dalam dan Luar Kampus

01 September 2021, 15: 02: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Achmad Chasina Aula

Achmad Chasina Aula (DOK. PRIBADI)

Share this      

Torehan prestasi berhasil diukir mahasiswa Universitas Airlangga asal Jepara Achmad Chasina Aula. Ia meraih penghargaan Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs kategori organisasi.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

PLAKAT Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Awards kategori organisasi ditunjukkan Achmad Chasina Aula kepada Jawa Pos Radar Kudus. Lewat sambungan video call, Sina –sapaan akrabnya- berbagi kisah salah satu torehan prestasi putra Jepara itu, saat menempuh pendidikan di Universitas Airlangga, Surabaya.

Baca juga: Dandim Grobogan Lepas Anggota yang MPP

Ia tergabung dalam CSSMoRA. Organisasi yang mewadahi Santri Penerima Beasiswa Santri berprestasi (PBSB) Kemenag RI di seluruh Indonesia. Kiprahnya di dunia organisasi mahasiswa, diganjar penghargaan CSSMoRA Awards kategori organisasi.

Sosok kelahiran Jepara, 8 Maret 1999 ini, meraih penghargaan itu setelah memperoleh nilai tertinggi. Berdasarkan jumlah sertifikat, partisipasi, dan wujud kontribusi di organisasi-organisasi yang pernah ia ikuti.

”Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur dengan segala pengalaman dan pencapaian yang saat ini saya miliki. Pada dasarnya apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk hari esok mendatang termasuk dalam upaya mengembangkan diri dan terus belajar sebagai investasi konkret untuk masa depan,” ucapnya.

Saat ini, Sina aktif sebagai mahasiswa program profesi (coass) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Akhir tahun lalu purna tugas sebagai ketua Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi Airlangga. Tentu pengalaman tersebut, baginya sebuah pengalaman yang membanggakan dan penuh pelajaran.

”Sebagai anak rantau, ini bukan kali pertama saya menjadi ketua di salah satu organisasi. Modal saya semangat dan tekad. Selama niat kita baik akan selalu ada kesempatan dan ruang untuk berdedikasi,” imbuhnya.

Berkecimpung di dunia organisasi bukanlah hal yang baru buat Sina. Sejak mahasiswa baru, dirinya telah terlibat dan berkecimpung dalam wahana proses pengembangan diri. Melalui kepanitian-kepanitian dan organisasi intra maupun ekstra kampus. Dari organisasi BEM dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unair sudah pernah dilaluinya.

Pada 2019 lalu, Sina diamanahi sebagai ketua CSSMoRA. Setahun berselang, dia terpilih menjadi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FKG Unair melalui pemilihan umum raya kampus. Bukan hanya di lingkungan intra kampus, ia juga aktif berorganisasi di lingkungan ekstra kampus. Tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran Gigi Unair.

”Aktif menjalani kehidupan sebagai mahasiswa merupakan keuntungan tersendiri yang harus kita cermati dan perhatikan demi bekal di kehidupan pasca kampus nantinya. Harus banyak belajar di dalam maupun di luar kampus untuk mengembangkan softskill dan potensi yang ada dalam diri kita,” tuturnya.

Dalam pencapaiannya saat ini, Sina membutuhkan proses yang panjang dan usaha keras. Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tentu bukanlah hal yang mudah. Ada tanggung jawab yang besar di balik itu yang harus dituntaskan. Amanah yang harus selalu dijaga dan harapan harapan yang harus direalisasikan.

”Leiden is lijden. Begitu kalau kata salah satu tokoh bangsa Agus Salim. Bahwa memimpin adalah jalan menderita. Ada pengorbanan yang harus kita berikan. Saya telah milih jalan ini, jadi semuanya harus all out. Selebihnya kita pasrahkan kepada Yang Kuasa,” tandasnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP