alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Tergabung di PSC 119 Si Sigap, Antar-Jemput Pasien Covid-19

27 Agustus 2021, 14: 38: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

Mike Yevie Nafilasari

Mike Yevie Nafilasari (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

SEJAK 2017 Mike Yevie Nafilasari tergabung di PSC 119 Si Sigap. Bahkan, selama pandemi ini ia harus menangani dan antar-jemput pasien Covid-19. Karena itulah dia harus berhati-hati. Saat sampai di rumah, langsung membersihkan diri sebelum bertemu anak-anaknya.

Namun, sesampainya di rumah ia langsung membersihkan diri sebelum bertemu anak-anaknya.

Awal tergabung di PSC, ia hanya ditugaskan sebagai petugas call center. Namun pada 2019 mulai turun ke lapangan untuk evakuasi korban kecelakaan lalu lintas. Hal itu menjadi tugas terberatnya. Lantaran itu menjadi pengalaman terbarunya sebagai perawat.

Baca juga: Perpusda Grobogan Masuk Nominasi Delapan Besar LKD se-Jateng

”Mulanya hanya stand by di kantor menerima aduan masyarakat. Tiba-tiba harus turun ke lapangan. Tugas pertama langsung menangani laka lantas dengan korban meninggal dunia di tempat. Saat itu sampai nggak bisa tidur semalaman karena terbayang-bayang dengan kondisi korban yang luka parah,” papar alumni SMAN 1 Purwodadi ini.

Dengan semakin banyaknya melakukan evakuasi, Mike mulai terbiasa bertemu korban laka lantas dengan berbagai kondisi. Tak hanya menangani laka lantas. Selama pandemi Covid-19 ini, perempuan kelahiran Grobogan 14 Juli 1991 ini juga kerap bertemu pasien terkonfirmasi Covid-19. Mulai melakukan swab antigen hingga threatment di pusat isolasi.

”Kerap juga antar-jemput pasien Covid-19 dari rumah sakit ke rumah atau sebaliknya. Saat awal bertemu pasien sesampainya di rumah selalu langsung mandi, membersihkan diri hingga memisahkan pakaian dengan anak. Baru akan menyentuh anak-anak,” ujar perempuan yang tinggal di Jalan Perum Ayodya II, Kelurahan Putat, Purwodadi ini.

Selama bertugas pun ia kerap meninggalkan anaknya dengan asisten rumah tannga (ART). ”Harus membagi waktu. Kebetulan sistemnya shift. Kalau sedang piket, sementara anak diasuh ART,” ungkapnya. 

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP