alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Inspirashe
icon featured
Inspirashe

Kata Puitis Menyihir jadi Penulis

24 Agustus 2021, 11: 03: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

Fitria Risnadinar Cika Prabandaru

Fitria Risnadinar Cika Prabandaru (DOK. PRIBADI)

Share this      

KALIMAT-KALIMAT puitis yang Fitria Risnadinar Cika Prabandaru baca sudah "merasuki" dirinya. Membuat makin cinta memegang pena. Lalu digoreskan menjadi kata. Modal hobi itu membuatnya terekrut di salah satu platform ternama.

Perempuan asli Rembang itu bisa menghasilkan cuan di waktu senggangnya saat berjualan atau pun bekerja. Sejak Februari lalu hobi menulisnya itu sudah bertransformasi menjadi profesi.

Dalam sepekan, kata perempuan berjilbab itu, harus memproduksi karya tulisan. Biasanya mendapatkan tugas dengan tempa tertentu. Kadang juga mengajukan ide sendiri. Artikel-artikel yang ia produksi seputar percintaan. Misal, tentang pernikahan, single, hingga tips menjaga hubungan langgeng ketika menjalin LDR.

Baca juga: Tiga Rumah Sakit di Grobogan Nihil Pasien Positif Covid-19

”Di kanal relationship. Seputar relationship," kata cewek yang akrab disapa Dinar ini.

Namun, tak cukup hanya sekadar menulis. Kecakapan bahasa Inggris dan penalaran juga perlu sebagai modal dasar untuk berkecimpung di profesi yang digeluti Dinar ini. Sebab, harus sering membaca tulisan-tulisan asing. Kemudian diterjemahkan lalu diolah sesuai kreasi.

”Sumbernya dari artikel luar. Saya translate saya tulis dengan bahasa sendiri. Tapi tetap mencantumkan sumber. Kan gak boleh plagiat,” imbuhnya.

Hobi menulis itu, kenang Dinar, muncul ketika membaca kalimat-kalimat puitis. Yang tertata apik diikuti rima-rima yang senada. Karena dasarnya sudah suka melakoni pekerjaan sebagai penulis pun justru menghadirkan kegembiraan tersendiri. Tanpa beban.

”Saya suka kalau melihat tulisan tata bahasa yang bagus, iramanya sama. Terus saya dapat job nulis si hepi-hepi saja,” ungkap perempuan lulusan salah satu perguruan tinggi di Surabaya itu.

Seiring berjalannya waktu, kesibukannya pun bertambah. Sekarang Dinar kerap ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Sehingga aktivitas menulisnya pun sementara ia hentikan. Selain itu, ia juga fokus mengurus bisnis yang ia rintis bersama temannya. 

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya