alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Digugat Cerai Gegara Beda Paham Covid-19

23 Agustus 2021, 09: 12: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Digugat Cerai Gegara Beda Paham Covid-19

KISAH cinta antara Jono (nama samaran) dan Jeni (nama samaran) awalnya mulus. Jalinan asmara mereka terajut sekitar 10 tahun. Bahkan, keduanya telah dikaruniai seorang putra berusia 3 tahun. Mereka bertiga tinggal di salah satu wilayah Jepara.

Namun, badai mulai menghampiri rajutan asmara Jono dan Jeni sejak tahun kemarin. Sejak kasus Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia. Kisah cinta keduanya sering dihinggapi cek cok. Permasalahannya, Jono percaya Covid-19 hanya konspirasi. Sementara istrinya, adalah pribadi yang percaya virus tersebut ada. Sebab itu, dirinya menerapkan prokes ketat di lingkungan keluarga dan sekelilingnya.

”Cek cok akhirnya sering terjadi. Gara-garanya mas Jon sering abai prokes,” gerutu Jeni.

Baca juga: Sekolah di Jepara Mulai PTM, Subsidi Internet Tetap Diberikan ke Siswa

Puncak masalah itu terjadi Juni lalu. Saat itu Covid-19 varian Delta merebak di Indonesia. Lagi-lagi Jono tak percaya. Bahkan, ia memberi cap itu hanya tipuan. ”Kenapa yang positif, selalu diumumkan? Itu membuat saya curiga. Jangan-jangan mereka diendorse,” terang Jono.

Dirinya lantang menyuarakan Covid-19 adalah konspirasi. Pergi kemanapun tanpa masker dan tak patuh prokes. Ujung-ujungnya, suatu saat di Juli lalu dirinya jatuh sakit. Batuk, tenggorokan sakit, sesak nafas, dan hilang penciuman. Serupa gejala Covid-19. Gejala tersebut ternyata semakin parah.

Saturasi oksigennya sempat turun hingga 80 persen. Sehingga, mau tak mau dirinya dirujuk ke RS. Dirinya divonis positif Covid varian Delta. Dan harus diisolasi hingga kondisinya membaik.

Rupanya, anak dan istrinya juga alami hal serupa. Namun, yang paling parah adalah anaknya. Badannya panas hingga beberapa hari. Anaknya pun turut menjalani perawatan di RS hingga 2 hari. Sayang, nyawanya tak tertolong. Hal itu tanpa sepengetahuan Jono. Lantaran dirinya masih menjalani perawatan di masa kritis.

Tinggal istrinya saja yang rutin mengirim makanan dan pakaian ganti ke Jono. Hingga setelah dua pekan perawatan, dirinya dinyatakan sembuh dan negatif Covid. Jono boleh pulang.

Namun saat dijemput, istrinya langsung menyerahkan sebuah surat gugatan cerai. Dirinya tak tahan dengan kelakuan Jono. Karena tidak mau diberi tahu dan nyangkal, dirinya membahayakan orang terdekatnya. Dan terpaksa kehilangan anaknya. ”Kisah kami cukup sampai sini saja mas Jon. Ternyata kamu jaga diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana mau menjaga orang lain," ujar Jeni sembari menangis dan pergi meninggalkan Jono yang masih berdiri tak paham apa yang terjadi. Seolah sudah jatuh tertimpa tangga pula. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP