alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Walah... Ternyata Ini Tujuan Pria Bandung Jenguk Pasien di RS Kosong

21 Agustus 2021, 17: 37: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

KOSONG: Penampakan RSK Tayu belum lama ini. Rumah sakit itu sudah kosong sejak 2013 lalu.

KOSONG: Penampakan RSK Tayu belum lama ini. Rumah sakit itu sudah kosong sejak 2013 lalu. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Video warga Bandung, Jawa Barat di Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu, Pati ternyata dibuat untuk konten media sosial (medsos). Terjadi miss komunikasi antara warga sekitar dengan salah pembuat konten itu.

Video tersebut konten uji nyali medsos dari ketiga pemuda asal Bandung itu. Rahmad, satu dari tiga pemuda asal Bandung itu mengakui jika pria berbaju kuning dalam video viral itu temannya. Terjadi kesalahpahaman pihaknya dengan warga sekitar.

”Itu yang upload enggak tau siapa? Yang nanya juga pakai bahasa Jawa. Jadi tidak begitu paham,” ujarnya dihubungi melalui akun Instagramnya kemarin.

Baca juga: Istri Kecantol Bos

Kepentingan sebenarnya di RSK itu untuk live streaming platform Bigo Live. Katanya, dia biasa melakukan penulusuran di tempat yang dianggap tak lazim (angker). Dia mengakui timnya tinggal tiga hari disana. ”Tepatnya endorse dari spander di Bigo Live untuk eskplorisasi di sana,” jelasnya.

Dia juga mengakui menginap di rumah sakit buatan Belanda yang sudah terbengkalai bertahun-tahun itu. Mereka menginap tiga malam disana. ”Kami menginap tiga malam empat hari disana,” imbuhnya.

Terkait viralnya video tersebut, mereka berencana untuk meluruskan. Agar kesalahpahaman tidak berkepanjangan. ”Akan klarifikasi di medsos. Beritanya biar tidak simpang siur. Kami upload juga ke You Tube nantinya,” terangnya.

Berdasarkan berita sebelumnya, warga sekitar RSK Tayu Pati digegerkan pengunjung itu. Soalnya tidur tiga hari di RS. Warga sontak percaya karena ada foto dirinya disana. ”Yang nanya juga pakai bahasa Jawa. Jadi tidak begitu paham,” kata konten creator itu.

Masih belum diketahui kebenaran cerita dari pria tersebut, apakah benar atau hanya rekayasa. Kendati demikian, video sudah mendapatkan perhatian luas dari publik. Mereda kesalahpahaman itu, nantinya akan melakukan klarifikasi di medsos. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya