alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment
Dualisme Kepengurusan KONI Kudus

Duh, Bukti Kubu Imam Triyanto Diklaim Kurang Otentik

20 Agustus 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PERKUAT: Ketua Bidang Hukum KONI Kudus periode 2019-2023 Muhammad Nur Hasyim masa kepengurusan Antoni Alfin menunjukan bukti-bukti saat persidangan kemarin.

PERKUAT: Ketua Bidang Hukum KONI Kudus periode 2019-2023 Muhammad Nur Hasyim masa kepengurusan Antoni Alfin menunjukan bukti-bukti saat persidangan kemarin. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Setelah menunjukkan 77 bukti pada sidang dualisme Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus di Badan arbitrase olahraga Indonesia (Baori), Kubu Antoni Alfin optimis menang. Sebab pada sidang lanjutan (18/8) dengan agenda sidang pembuktian tertulis dari termohon dinilai memiliki keterbatasan alat bukti yang otentik.

Ketua Bidang Hukum KONI Kudus periode 2019-2023 Muhammad Nur Hasyim menjelaskan dari alat bukti KONI Musorkablub kubu Imam Triyanto mayoritas salinan. Bukan asli.

Terlebih KONI Musorkablub Kubu Imam Triyanto yang diwakili Yusuf Istanto dalam persidangan itu tak mampu menujukkan bukti-bukti otentik keabsahan KONI Musorkablub. Sebab tidak memenuhi ketentuan dalam AD/ART pasal 30 dan 36.

Baca juga: Bupati Kudus Minta Dinas Pendidikan Segera Gelar Simulasi PTM   

“Ada 5 ketentuan dalam pasal itu yang harus menjadi dasar diselenggarakannya Musorkablub. Namun lima-limannya tidak mampu ditunjukkan bukti otentiknya di persidangan kemarin. Padahal itu sidang pembuktian terakhir,” tambahnya.

Lima ketentuan itu yakni, Musorkablub hanya bisa diselenggarakan pengurus KONI Kabupaten Kudus apabila dirasa perlu. Bukan oleh forum, sebagaimana yang terselenggara.

Kedua Musorkablub hanya dapat terselenggara apabila dikehendaki 2/3 anggota. Ketiga Musorkablub hanya dapat terselenggara jika ada permintaan tertulis dari 2/3 Pengkab yang disertai penyebutan maksud dan hal-hal yang dibicarakan.

Keempat surat tertulis sebagaimana yang dimaksud poin tiga harus disertai tanda tangan anggota yang mengajukan. Kelima, apabila semua syarat terpenuhi barulah Musorkablub bisa dilaksanakan oleh pengurus KONI. Bukan forum.

Sementara Termohon 1 KONI Jateng dalam sidang itu hanya menyampaikan bukti-bukti normatif dan administrasi. Tidak substansial. Terlebih tidak ada pernyataan secara tertulis jika SK Nomor 96/S.K/VIII/2019 yang menjadi keabsahan kepengurusan KONI Kubu Antoni dicabut.

“Sebab dalam SK Nomor 57.1/S.K/III/2021 hanya memuat pencabutan SK Nomor 57/S.K/III/201 tentang perubahan pengurus kubu Imam Triyanto. Sehingga kami menilai KONI kubu Antoni tetap masih absah. Karena dalam SK itu SK Antoni nomor 96 tak pernah dicabut dan didemisionerkan,” katanya.

Dia menambahkan jika sidang akan kembali berlanjut pada (26/8) dengan agenda menghadirkan saksi. Yang masing-masing termohon atau pemohon maksimal menghadirkan 3 saksi.

“Setelah sidang itu nanti kami tinggal menunggu. Karena tinggal kesimpulan dan putusan,” imbuhnya

Imam Triyanto Ketua KONI hasil Musorkablub menyebut pihaknya dalam sidang kemarin menyampaikan 41 alat bukti yang menguatkan keabsahan terselenggaranya Musorkablub.

“Kami menghadirkan bukti-bukti jika Musorkablub sesuai AD/ART. Sebab dari pemohon menyanggah jika Musorkablub kami tak sah,” jelasnya.

Dia menambahkan dalam sidang berikutnya dengan agenda mengahdirkan saksi pihaknya berencana menghadirkan para Pengkab untuk memperkuat. “Tetapi dari Baori membatasi hanya 3-5 saja,” tambahnya. (tos/iwn)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya