alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Kasus Koperasi Diduga Bermasalah di Kudus

Tergiur Bunga, Modal Nikah Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2021, 10: 55: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KECEWA: Kemal menunjukkan kwitansi uang depositonya Rp 30 Juta yang disimpan di Koperasi GMG Kudus dapat segera dicairkan untuk bekal menikah nantinya.

KECEWA: Kemal menunjukkan kwitansi uang depositonya Rp 30 Juta yang disimpan di Koperasi GMG Kudus dapat segera dicairkan untuk bekal menikah nantinya. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Salah satu korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) Kudus adalah Kamal, asal Kudus. Uangnya Rp 30 Juta didepositokan sejak 2019.  Rencananya itu dibuat nikah tahun ini. Namun uang itu tak bisa dicairkan karena koperasi itu bermasalah.

EKO SANTOSO, Radar Kudus

PAGI itu (16/8) sekitar pukul 09.00 belasan orang mengunjungi kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) yang beralamat di Jalan Raya Kudus-Colo Km. 9, Cendono, Dawe. Warga berinisial Kamal satu di antaranya.

Baca juga: UMK Beri Pelatihan Aplikasi Asesmen Cinta Tanah Air Berbasis Android

Dia telah mendepositokan uangnya sejak 2019. Sebesar Rp 30 juta. Dengan harapan mendapatkan passive income. Sebab bunga deposito di koperasi itu terbilang besar. Sebulan 1,25 persen. Artinya bila dikalkulasi dalam setahun uang tersebut bisa beranak 15 persen. Padahal di bank-bank lain bunga deposito pertahun tak sampai 10 persen. Hanya 3-5 persen saja.

Dari deposit itu, dirinya sudah sempat mendapatkan hasil. Selama 23 bulan Kamal mendapati uangnya bertambah sekitar Rp 7 juta. Sayang itu hanya sesaat. Sampai November 2020 saja.

Sesudahnya, Kamal mendengar koperasi itu mulai bermasalah. Banyak sesama nasabah atau anggota yang mulai seret dalam pencairan bunga deposito. Bahkan tak bisa mengambil uang depositnya.

Akhirnya Januari 2021 K mencoba mengambil keseluruhan uangnya. Tetapi ternyata tak bisa cair. Padahal itu akan digunakan untuk modal nikah tahun ini.

”Terkait bermasalahnya koperasi saya dengar sejak 2020. Beberapa anggota tak bisa mencairkan dana deposito. Kalau saya terakhir mengambil November 2020,” terangnya.

Merasa dikecewakan dan dirugikan itu, Kamal menyebut anggota lainnya yang serupa akhirnya membuat group WhatsApp. Totalnya 188. Semuanya sama. Tidak bisa mencairkan dana.

”Sempat perwakilan ketemu dan dijanjikan Maret bisa cair. Kemudian molor dijanjikan Juni. Tapi hingga kini tetap saja tak bisa,” imbuhnya.

Bahkan kantor pusat KSP GMG yang berada di ruko Jalan Jenderal Sudirman, akhirnya ditutup paksa pada Jumat (25/6). Penutupan paksa tersebut dilakukan oleh sang pemilik ruko karena manajemen KSP GMG tidak lagi membayar uang sewa.

Dari situ K dan rekan-rekannya semakin khawatir. Akhirnya pada Senin (16/8) dia bersama nasabah dan anggota yang senasib menggeruduk kantor GMG di Cendono. “Sebab dari informasi yang kami dapat hari itu kantor itu buka untuk terakhir kali. Sehingga kami berpikir mungkin ini bisa dicairkan,” jelasnya.

Namun, saat didatangi nasabah ternyata kantor masih dalam keadaan tertutup. Di sisi lain kehadiran nasabah yang datang bergerombol di depan kantor cabang, menarik perhatian aparat kepolisian. Petugas kemudian meminta para nasabah bubar dan hanya mempersilahkan 10 orang perwakilan untuk mendatangi rumah orang tua Alfi, owner KSP GMG.

Atas arahan petugas tersebut, beberapa perwakilan nasabah kemudian langsung meluncur ke Desa Colo yang berjarak sekitar 6 Km. Namun, lagi-lagi upaya nasabah tersebut tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. H. Haris, ayah Alfi Hidayat yang juga menjabat Komisaris di KSP GMG ternyata tidak ada di rumah.

Kecewa tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan, para nasabah tersebut kemudian bubar. K berharap kasus tersebut segera ditindaklanjuti pihak berwenang.

”Yang terpenting juga uang kami kembali. Uang itu rencananya saya mau buat nikah,” katanya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP