alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Bupati Kudus Borong Buku Bekas untuk Bacaan Anak di Desa-desa

05 Agustus 2021, 21: 09: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

BORONG BUKU BEKAS: Tumpukan buku yang ada di pasar loak barang bekas Desa Jati diborong oleh Bupati Hartopo untuk mengisi koleksi Perpusda Kudus untuk dibaca masyarakat.

BORONG BUKU BEKAS: Tumpukan buku yang ada di pasar loak barang bekas Desa Jati diborong oleh Bupati Hartopo untuk mengisi koleksi Perpusda Kudus untuk dibaca masyarakat. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Bupati Kudus Hartopo berburu buku bekas di Pasar Barang Bekas (Babe) untuk bacaan anak di desa-desa. Buku yang dibeli beragam. Mulai dari pelajaran anak, buku cerita, resep masakan, buku motivasi, dan lainnya.

Dia mengatakan, buku-buku tersebut akan diberikan ke perpustakaan Desa Jati Kulon. Tujuannya, masyarakat ada hiburannya dan anak-anak dibiasakan membaca. Pihaknya, memborong sekitar 50 buku.

“Saya baru tahu kalau masih ada penjual buku bekas. Zaman sekarang serba gadget tapi ada yang bertahan berjualan buku bekas. Ini luar biasa, pedagang tersebut berarti masih mempertahankan membaca buku, sampai kapanpun buku tetap dicari,” jelasnya.

Baca juga: Siapkan SE, Bupati Kudus Instruksikan Jajarannya Larisi PKL dan UMKM

Dia mengatakan, jangan sampai anak-anak sekarang lepas dengan buku. Pihaknya, juga mengajak ibu-ibu juga baca, setidaknya buku resep masakan yang penting baca. Awalnya yang tidak tahu jadi mengerti, bahkan bisa dipraktikan di rumah misalkan itu buku resp masakan.

Sementara itu, Sri Mulyani penjual buku bekas, mengatakan sekitar 15 tahun berjualan buku bekas, dari mulai jualan di Barito Kaligelis sampai sekarang. Buku-buku yang dijualnya buku cerita, kamus Bahasa Inggris, buku motivasi, novel, buku ajar anak-anak usia dini dan lainnya.

“Saya mendapatkan buku bekas dari Jogjakarta, ada yang yang menawarkan ke saya. Selain itu juga, buku-buku rumahan yang sudah tidak terpakai,” terangnya.

Dia mengatakan, pembelian buku bekas memang menurun drastis. Dulu, banyak yang membeli majalah-majalah bekas buat tugas kliping sekolah. Kemudian, majalah seperti Bobo, Donald Bebek dan lainnya laris, sekarang sudah tidak laku.

“Meski sedikit tapi masih ada yang membutuhkan, seperti kamus, novel, dan komik. Saya tetap bertahan jualan buka, karena optimis masih ada yang membutuhkan. Memang tidak seramai dulu kala, saya ingin menyampaikan pesan kalau buku lebih abadi tinggal kita merawatnya,” ujarnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP