alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Peran Kepala Sekolah dalam Pembelajaran Jarak Jauh

05 Agustus 2021, 15: 36: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Eko Hadi Sulistiyono, S.Pd.; Kepala SDN 1 Purwosari, Blora

Eko Hadi Sulistiyono, S.Pd.; Kepala SDN 1 Purwosari, Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

AKHIRNYA pemerintah memutuskan sekolah agar melanjutkan siswa belajar dari rumah. Hal ini disebabkan status zona daerah terkait penyebaran Covid-19. Tentunya selain guru dan orang tua, kepala sekolah juga adalah faktor kunci efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pasalnya, desain pembelajaran dan kinerja guru dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kinerja kepala sekolah. Semakin kompeten dan kreatif kepala sekolah, maka akan semakin efektif PJJ di era pandemi ini. Sebaliknya kegagalan PJJ di sekolah merupakan cermin kelemahan kapasitas dan kepemimpinan kepala sekolah.

Sesuai Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, pasal 15 yang menyebutkan, beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah tidak lagi wajib mengajar di kelas tetapi fokus pada manajerial dan supervisi guru.

Baca juga: Nasib Pengisian Enam Pilkades PAW di Rembang Tak Jelas

Tugas manajerial kepala sekolah sendiri mencakup desain intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tahun 2020 tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi, secara tersirat disebutkan prinsip Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) yakni, sesuai dengan kondisi siswa, guru tidak fokus pada ketuntasan kompetensi dasar dan memprioritaskan kualitatif atau proses.

Pada masa pandemi, kepala sekolah dan guru merumuskan ulang metode, media dan penilaian yang akan diterapkan. Beberapa sekolah menggunakan aplikasi dan media sosial. Seperti Zoom, Email, Google Classroom, Google Meet, Google Form, Whatsapp, Youtube, dan media lainnya. Beragam pilihan aplikasi ini disesuaikan dengan kondisi siswa dan guru. Guru harus kreatif dalam memilih metode dan media.

Di era pandemi saat ini dibutuhkan banyak inovasi kepala sekolah dalam pembelajaran jarak jauh. Kelimpahan fasilitas belajar tidak akan berguna tanpa kreativitas kepala sekolah dan guru-guru sekolah. Tugas kepala sekolah adalah menyusun form pelaporan PJJ guru yang berisi tanggal, materi, metode, media, penilaian, jumlah siswa dan kendala. Laporan PJJ dikumpulkan seminggu sekali sebagai bahan evaluiasi konerja guru. Kemudian kepala sekolah bisa membaca dan menganalisa laporan PJJ selama satu bulan. Hasilnya didiskusikan dengan para guru untuk menemukan solusi-solusi masalah dan kelemahan PJJ. Maka, PJJ bulan berikutnya akan lebih baik daripada PJJ bulan sebelumnya.

Selain itu kepala sekolah bisa melakukan pelatihan digital literasi atau metode dan media PJJ karena sebagian guru belum terbiasa dengan PJJ. Kegiatan ini bisa dilakukan di hari minggu sehingga tidak mengganggu aktivitas pembelajaran. Tentunya bagi guru kreatif akan mencari dan belajar sendiri hal-hal terkait PJJ yang efektif melalui bacaan dan video di internet.

Kepala sekolah juga harus meminta guru menjalin komunikasi dengan orang tua siswa. Karena tanpa keterlibatan orang tua, PJJ tidak akan efektif karena tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang kuat. Bagi siswa yang motivasinya kuat, orang tua tidak perlu keras mengingatkannya. Akan tetapi siswa yang lemah motivasi belajarnya, dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian orang tua. Meskipun disadari, orang tua juga harus bekerja di satu sisi, dan harus mendampingi anak belajar di sisi yang lain. 

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya