alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Wacana Pembongkaran Lokalisasi, Paguyuban LI: Apapun Hasilnya Diterima

05 Agustus 2021, 12: 26: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMENTARA LANCAR: Pertemuan para pemilik lahan di kawasan prostitusi LI bersama Camat Margorejo dan pihak Satpol PP di kantor Kecamatan Margorejo kemarin.

SEMENTARA LANCAR: Pertemuan para pemilik lahan di kawasan prostitusi LI bersama Camat Margorejo dan pihak Satpol PP di kantor Kecamatan Margorejo kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Paguyuban Lorog Indah (LI), Margorejo, Pati, menerima seluruh putusan dari pemerintah. Salah satunya usaha pembongkaran lokalisasi itu.

”Jadi tidak usah ”begini-begitu”. Kami tunggu saja. Semua keputusan kalau dari pemerintah ya kami terima," kata Ketua Paguyuban LI Mastur kemarin.

Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Pedesaan

Hal itu terungkap usai pertemuan antara Pemerintah Kecamatan Margorejo, Satpol PP Kabupaten Pati dengan para pemilik lahan dan bangunan di kompleks prostitusi Lorok Indah alias Lorong Indah (LI) siang kemarin.

Pertemuan itu dilakukan untuk mengumpulkan data para pemilik lahan maupun bangunan serta berdialog dan pengarahan tentang wacana pembongkaran kompleks tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Pati telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pengelola LI, bahwa keberadaan LI melanggar ketentuan tata ruang wilayah yang berlaku. Sebab kawasan tersebut merupakan lahan peruntukan pertanian berkelanjutan. Seluruh bangunan di sana juga didirikan tanpa adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

”Kami diminta mengisi blangko untuk pendataan. Namun, sekarang kondisi LI sedang kosong karena PPKM. Nanti setelah kondisi normal baru bisa kami beri penjelasan kepada warga kami di sana,” jelas Ketua Paguyuban Lorog Indah Mastur usai pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Mastur menjelaskan, dari puluhan bangunan yang berada di LI, mayoritas berstatus hak milik. Hanya sebagian kecil yang sewa.

”Kalau anak-anak (pekerja seks komersial, Red), semua penghuni di dalamnya itu antara 300 sampai 400-an,” imbuh Mastur.

Terkait legalitas IMB para pemilik bangunan, Mastur mengaku tidak tahu persis. Pihaknya mengaku baru delapan tahun menjadi ketua paguyuban. Sedangkan kawasan LI mulai dibangun dan dihuni sudah sejak 22 tahun silam. ”Kalau IMB saya tidak tahu. Saya jadi ketua paguyuban baru delapan tahun. Sedangkan berdirinya LI sudah 22 tahun. Jadi saya tidak tahu awal pendiriannya,” tandasnya.

Sementara itu Camat Margorejo Luky Pratugas Narimo mengungkapkan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Polres Pati bersama Satpol PP dan Forkopimcam pada Senin (2/8) malam lalu. Untuk mencari data secara akurat.

Luky menyebut, pihaknya belum memiliki data mengenai pemilik lahan dan bangunan di LI. Termasuk berapa dan siapa saja yang berstatus menyewa.

”Maka kami awali dulu dengan mengumpulkan data pemilik lahan. Termasuk legalitasnya seperti apa. Apakah nanti ada pertemuan lanjutan, kami belum tahu. Tergantung pimpinan saja. Setelah data terkumpul, kami serahkan dulu ke Satpol PP,” jelasnya. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya