alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa Dapat Rp 1,2 Juta Per Bulan

04 Agustus 2021, 12: 45: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

PROSES REKOM: Dua Mahasiswa UMK mengurus surat rekomendari program Kampus Mengajar bersama Kabid Dikdas M. Zubaedi (kanan) kemarin.

PROSES REKOM: Dua Mahasiswa UMK mengurus surat rekomendari program Kampus Mengajar bersama Kabid Dikdas M. Zubaedi (kanan) kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Program Kampus Mengajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai jalan. Untuk Kudus, ada 72 mahasiswa lolos program tersebut dan siap di tempatkan di SD negeri terpilih. Per bulan mahasiswa akan mendapat Rp 1,2 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Dikdas M. Zubaedi menjelaskan, ada 72 mahasiswa baik dari perguruan tinggi di Kudus maupun luar kota. “Tapi nantinya akan ada tambahan, sementara ini yang sudah mengurus surat ada 72 mahasiswa. Nantinya mahasiswa akan mengajar di SD negeri yang sudah ditentukan dari Kemendibudristek sekitar 15 sekolah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, SD negeri yang dijadikan Kampus Mengajar berakreditasi B atau C. Mahasiswa akan praktik mengajar mulai Agustus hingga Desember 2021. Mereka tidak sekadar mengajar, tapi bisa mengangkat SD tersebut menjadi lebih baik.

Baca juga: FTIK Unisnu Jepara Beri Penghargaan bagi Wisudawan Berprestasi

Salah satu mahasiswa yang lolos Kampus Mengajar Anis Qonaah. Dia saat mengatakan, ditugaskan di SD akreditasi B. Dia bertugas membenahi kelemahan SD tersebut.

“Saya mendaftar program Kampus Mengajar sekitar akhir Juli 2021. Dan, lokasi mengajar di SD 2 Panjang. Saya dari Universitas Muria Kudus (UMK) jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kesempatan baik untuk mengasah ilmu,” jelasnya.

Selama menjalani tugas program Kampus Mengajar, dia menerima uang saku Rp 1,2 juta per bulan. Saat ini dia mengurus surat rekomendasi dari Dikdispora. Jumat harus sudah sampai ke SD 2 Panjang, sehingga secepatnya bisa observasi kelemahan di SD tujuan.

“Kami harus mampu soalnya ini tanggung jawab kepada Kemendikbudristek. Sebelumnya juga diberikan pembekalan dari pusat,” jelasnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP