alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Komisi A DPRD Jepara: Karimunjawa Butuh Stimulus Bantuan

03 Agustus 2021, 10: 23: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

LENGANG: Suasana sekitar pelabuhan Karimunjawa sepi karena dampak PPKM.

LENGANG: Suasana sekitar pelabuhan Karimunjawa sepi karena dampak PPKM. (SETWAN JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mempercepat pemberian bantuan kepada masyarakat Karimunjawa. Sebab, usai sektor pariwisata terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), perekonomian Karimunjawa butuh stimulus untuk kembali bangkit.

Anggota Komisi A DPRD Jepara Agus Sutisna mengatakan, hasil monitoring di Karimunjawa akhir pekan lalu menunjukkan aktivitas di Karimunjawa lengang. Deretan toko-toko suvernir dan barang kesenian menutup semua gerainya. Hanya terlihat beberapa toko atau warung yang buka.

Hal itu tak lepas dari dari status PPKM Darurat maupun level. Hampir setengah warga Karimunjawa bergantung pada sektor pariwisata. Ia berharap pemerintah mempercepat pemberian bantuan sosial dan stimulus pada pelaku usaha dan masyarakat di wilayah Kecamatan Karimunjawa.

Baca juga: Mengatasi Hambatan Pembelajaran Bahasa Inggris

”Entah berupa sembako, entah Bantuan Sosial Tunai (BST), atau Bantuan Langsung Tunai (BLT). Karena ini pandemi tanggung jawab negara dan negara sudah memutuskan PPKM Darurat,” ujarnya.

Ia mengatakan, penerapan PPKM kali ini akan meningkatkan lagi jumlah warga yang tak memiliki pekerjaan. Banyak masyarakat Karimunjawa yang menggantungkan mata pencahariannya di sektor pariwisata. Namun, sekarang sudah mulai beralih untuk mencari ikan kembali. Kegiatan ini belum bisa menjadi alternatif pendapatan lain bagi masyarakat di Karimunjawa.

”Pendapatan dari nelayan sangat kecil dan tidak tentu. Bisa karena iklim maupun hal lain,” ujar politikus dari Fraksi Persatuan Pembangunan itu.

Agus mengakui, dampak pembatasan sosial terhadap pariwisata sangat masif. Saat ini, sektor itu hampir 1,5 tahun jatuh bangun untuk tetap bertahan. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah daerah maupun pusat. ”Kami akan segera berkoordinasi dengan pemkab maupun dinas terkait, agar segera diberikan solusi yang tercepat,” ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti program vaksinasi kepada masyarakat Karimunjawa masih belum menyeluruh. Jadi, banyak warga yang tidak bisa melakukan perjalanan ke luar pulau untuk membeli keperluan sehari-hari mereka. Jika pun ada pasokan dari luar pulau, pasti akan dikenakan biaya tambahan. Itu sangat membebani masyarakat sekitar.

”Saya harap program vaksinasi bisa dilakukan secara cepat dan menyeluruh,” harapnya. 

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP