alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Jadi Girly karena Demam Korea

02 Agustus 2021, 09: 56: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

Khoirunnisa

Khoirunnisa (DOK. PRIBADI)

Share this      

KHOIRUNNISA dulunya tomboy. Tapi, dia juga bisa menjadi feminin atau girly. Dua karakter berbeda itu, disatukan saat tanganya memegang alat-alat make up.

Nisa -begitu sapaannya- tidak penampilan girly itu berkat deia demam film Korea. Bukan hanya alur ceritanya yang diikuti. Namun dari tayangan tersebut, menciptakan tren sendiri. Salah satunya fashion ala K-Drama (drama Korea) yang membuatnya tampil beda.

Serunya lagi bisa mix and match yang cocok untuk foto-foto. ”Kalau style aku bisa tampil tomboy atau girly. Karena aku sedikit tomboy, tapi hobi make up,” aku salah satu anggota Ikatan Mas dan Mbak Rembang (IMMR) ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: BPR Syariah Saka Dana Mulia Bagi Bingkisan ke Ojek Online

Karyawan salah satu bank di Kabupaten Rembang ini, sejak dua tahun terakhir juga suka bikin outfit of the day (pakaian hari ini) ala anak muda yang lagi hype (sensasional). Keseruan itu, diabadikan lewat berbagai foto yang diunggahnya di media sosial (medsos).

Namun dalam berpakaian, dia tidak ingin memaksakan karakter harus mirip orang lain. Ia ingin bisa tampil beda dengan ciri khasnya sendiri. Bahkan tidak jarang teman-temannya kerap mengikuti gaya fashion-nya.

”Harus pintar-pintar memilih baju. Sekiranya bisa juga dipakai cowok atau cewek. Karena style saya tomboy,” kata perempuan yang kini menginjak usia 20 tahun ini.

Memang kebanyakan anak muda sekarang, jika keluar rumah ingin tampil rapi dan cantik. Namun tidak harus mahal. Bahkan, aksesorinya bisa dari sekitar. ”Misalnya kalung tidak harus berbalut emas, rantai tas juga bisa dimanfaatkan,” cetusnya.

Selain itu, memilih produk baginya juga tidak harus bermerek. Jutsru dia suka yang lokal. Karena sebagai bentuk mencintai produk buatan anak negeri. ”Harganya yang murah, bisa dijangkau semua kalangan. Termasuk anak sekolahan. Karena style tak harus yang mahal atau bermerek,” imbuhnya. 

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP