alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Kuartal Dua, PAD Kabupaten Pati Capai 49 Persen

30 Juli 2021, 06: 32: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

SUPPORT PAD: Bupati saat meninjau operasional pabrik PT Sejin Fashion.

SUPPORT PAD: Bupati saat meninjau operasional pabrik PT Sejin Fashion. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mendorong agar Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meningkatkan kontribusinya dalam menarik para investor di Kota Mina Tani.

Hal ini, kata pria yang akrab disapa Safin itu, bertujuan agar pendapatan daerah dapat ditingkatkan lagi. “Kita berkaca pada masa pandemi ini, pendapatan yang berasal dari sejumlah pajak mengalami kendala lantaran adanya pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 lalu,” papar Safin.

“Karena itu peran seperti DPMPTSP ini sangat besar dalam upaya menarik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Pati. Yang kemudian, dari investasi yang masuk tersebut dapat menopang serta meningkatkan pendapatan daerah,” kata Safin dalam kegiatan rakorpok dan evaluasi PAD triwulan II di pendapa Kabupaten Pati, baru-baru ini.

Baca juga: Dicurigai Palsu, Ijazah Pelamar CPNS di Grobogan Dicek ke Kampus

Untuk diketahui, dalam rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan II tahun 2021, pencapaian target pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Pati sampai dengan 30 Juni 2021 baru sebesar 49,85 persen.

Artinya anggaran pendapatan daerah sampai dengan 30 Juni 2021 sebesar Rp 2.7 triliun dan sudah terealisasi sebesar Rp 1.3 triliun. Dari capaian tersebut, terdiri dari PAD sebesar Rp 340 miliar sampai dengan 31 Maret terealisasi sebesar Rp 151.9 miliar atau baru sebesar 44,61 persen.

“Dengan pendapatan daerah yang ada sejauh ini memang sudah cukup baik mengingat kondisi pandemi saat ini yang belum tahu kapan akan berhenti,” paparnya.

Namun, lanjut Wabup, dengan adanya investasi yang masuk di Kabupaten Pati, nantinya dapat terhubung dengan berbagai macam manfaat yang lain pula.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, investasi tentunya dapat membantu menopang pendapatan daerah disaat pajak-pajak dari sejumlah sektor mengalami kendala. Jadi hal ini harus kita kuatkan guna lebih meningkatkan pendapatan daerah lagi,” pungkasnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP